Fokus utamanya kini mendapatkan keadilan atas kerugian yang ia alami, serta ketenangan untuk keluarganya.
"Tuntutan saya itu kalau untuk delik hukumnya saya itu kurang paham. Tapi saya sih nuntut yang sewajarnya saya aja sih dengan posisi saya gitu, yang maksudnya saya merasa dirugikan gitu. Dan saya tidak mau take benefit mencari keuntungan, saya enggak perlu itu. Sebenarnya saya cuma butuh keluarga saya utuh aja sih," ungkapnya.
Masalah ini pun diakuinya berdampak besar pada kondisi psikis. Ia mengaku mengalami trauma mendalam, yang juga berimbas pada keretakan rumah tangganya. Hilangnya kepercayaan menjadi alasan kuat dalam memilih jalan perpisahan.
"Kalau trauma pastilah, hilangnya kepercayaan terhadap suami itu juga menjadi salah satu alasan saya untuk berpisah gitu. Karena dilanjutkan lagi juga saya sudah enggak percaya. Setiap kali dia mau pergi ke mana saya deg-degan, setiap kali masuk ya deg-degan aja, jadi trauma lah pasti," tutupnya.
(kha)