Dibintangi oleh Laura Basuki, Yohanna mengisahkan seorang biarawati muda yang dikirim dalam misi kemanusiaan ke Sumba, Nusa Tenggara Timur, pasca Badai Tropis Seroja. Misi tersebut berubah menjadi perjalanan penuh ujian ketika truk berisi bantuan yang ia bawa dicuri. Situasi ini memaksanya terjun langsung menghadapi realitas sosial yang keras, mulai dari kemiskinan, korupsi, hingga eksploitasi anak, yang perlahan mulai mengguncang imannya.
Sang Sutradara Razka Robby Ertanto juga mengaku jika kisah ini juga bukan hanya sekadar kisah seorang biarawati tapi tentang kita sebagai manusia saat menghadapi berbagai realitas.
“Sejak awal, saya ingin Yohanna terasa sangat dekat dengan kita sebagai manusia. Ini bukan hanya tentang seorang biarawati, tapi tentang bagaimana seseorang menghadapi realitas yang tidak selalu sesuai dengan keyakinannya. Banyak hal yang kita anggap benar bisa goyah ketika berhadapan langsung dengan kehidupan. Lewat film ini, saya ingin mengajak penonton melihat bahwa di balik semua itu, selalu ada ruang untuk memahami, berempati, dan memilih terhadap apa yang kita yakini” tambah Robby.
Prestasi di Festival Film Internasional
Yohanna memulai debut dunia di International Film Festival Rotterdam ke-53 pada Januari 2024, dalam kompetisi VPRO Big Screen Award. Sejak itu, film ini terus melanjutkan perjalanannya ke berbagai festival internasional, termasuk Jakarta Film Week 2024 sebagai pemutaran perdana di Indonesia dan meraih Best Direction Award di festival ini.