"Walaupun kalian para anak sudah sukses dan memiliki kendaraan mewah, jangan pernah melupakan kendaraan pertama kalian, yaitu rahim ibumu. Karena semewah apa pun kendaraan di dunia, tidak akan membawa berkah jika kalian melupakan kendaraan awal itu," lanjutnya.
Umi Pipik menegaskan bahwa setelah anak menikah, orangtua tidak lagi memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka. Sebagai gantinya, doa adalah cara terbaik untuk tetap mendampingi anak dalam setiap langkah hidupnya.
"Tugas kita hanya menemani sampai anak menikah. Setelah itu, kita tidak boleh ikut campur karena ada suaminya yang akan menemaninya. Tugas kita adalah menemani mereka dalam doa agar kehidupannya bahagia," ujarnya.
Di akhir pesannya, Ummi Pipik memberikan doa khusus untuk anak dan menantunya, berharap rumah tangga mereka selalu diberkahi dan dijaga oleh Allah. Pesan ini menjadi pengingat bahwa cinta orangtua sejati adalah memberikan kebebasan pada anak untuk menjalani hidupnya sendiri, namun tetap mengiringinya dengan doa.
(aln)