JAKARTA - Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) merilis survei ‘Persepsi Masyarakat terhadap Budaya Sensor Mandiri’ yang dilakukan sepanjang Desember 2023. Survei itu didukung TSurvey by Telkomsel bersama Lembaga Sensor Film (LSF).
Survei tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional Budaya Sensor Mandiri yang dikampanyekan LSF sejak tahun 2021. Kampanye itu bertujuan untuk mengawal kegiatan mandiri dalam memilah dan memilih tontonan sesuai klasifikasi usia.
Survei tersebut melibatkan 1.000 responden dengan usia 18-65 tahun dan berdomisili di 11 kota besar nasional. Selain itu, beberapa responden berstatus ibu dengan anak di bawah 17 tahun, penikmat video streaming, dan pengguna smartphone.
Hasilnya, sekitar 97,9 persen responden menyadari adanya klasifikasi usia pada setiap tontonan. Karena itu, mereka memilih tontonan sesuai klasifikasi usia untuk anak-anak mereka.
Sekitar 98 persen responden membimbing anak-anak mereka saat menonton, 92 persen menilai fitur ‘kids mode’ harus ada di semua platform video streaming, dan 99 persen responden menegur anak saat menonton tayangan tidak sesuai usia.
Sebagai anggota AVISI, Vision+ menilai, gerakan Budaya Sensor Mandiri bertujuan untuk mendukung perkembangan industri video streaming yang lebih baik dan membangun ekosistem industri yang ramah pada layanan video streaming.
“Ini selaras dengan pengembangan kategori “Anak-Anak” pada aplikasi Vision+ yang akan memudahkan pengguna menyeleksi tontonan yang aman,” ujar Rachmat Nurhadi, Wakil Ketua Umum Bidang Finance & AP AVISI sekaligus CFO Vision+.
Sementara itu, Rommy Fibri Hardiyanto, Ketua Lembaga Sensor Film menilai, orangtua memiliki peran penting dalam mengoptimalkan gerakan Budaya Sensor Mandiri untuk kepentingan dan tumbuh anak-anak mereka.*
(SIS)