Namun Elsya berani menjamin bahwa sakit yang sempat dirasakan Alino Octavian bukan disebabkan oleh Covid-19.
"Kan masuk RS tanggal 7 Juli. Sebelumnya sudah swab, hasilnya negatif. Pas sudah masuk baru positif," tuturnya.
Pun setelah meninggal dunia, Alino Octavian juga dinyatakan bebas dari paparan Covid-19.
"Dokter bicara, PCR dia hasilnya 14 Juli positif, cuma CT Value-nya sudah 37,5. Jadi menurut dokter, PCR enggak mendeteksi mati apa engga virusnya. Kata dokter virusnya sudah mati. Intinya sudah enggak ada. Tapi yang parah sudah meradang di parunya," jelas Elsya.
(aln)