"Saya percaya bahwa ini adalah langkah selanjutnya dalam evolusi saya sebagai musisi. Menulis rekaman bilingual bukanlah tugas yang mudah, tetapi melakukannya sambil membuat lagu menjadikannya lebih menarik dan menantang,” ungkap A Nayaka dalam rilis yang diterima Okezone.
A Nayaka mencoba menghadirkan emosi atas rasa yang berkecamuk. Mencoba mencintai diri sendiri atas semua kejadian pahit dan kebosanan yang dialami. A Nayaka mencoba berkontemplasi, menghadirkan bentuk baru dirinya dalam single tersebut.
"Nayaka menyampaikan emosinya yang kompleks, membungkusnya dengan apik agar siap untuk didengar dan dirasa. Sebuah perjalanan yang harus diceritakan, lagu Waktu Tiba mendorong self-growth - bukan untuk masa depan, tetapi untuk hari ini dan untuk sekarang," jelasnya.
Produser SonaOne melihat keseriusan A Nayaka menjalani karier di belantika musik Asia. Di bawah label ternama se-Asia Tenggara, Def Jam South East Asia, A Nayaka berhasil mendapatkan warna dan citranya sendiri.
“Saya selalu membayangkan lagu seperti ini untuk Nayaka tapi tidak pernah bisa menyampaikan idenya dengan tepat. Setelah malam yang panjang di studio dan waktu tidur yang sangat minimum, keesokan harinya ketika kami kembali bekerja, kami tahu persis apa yang harus kami lakukan, dan selebihnya, seperti yang mereka katakan, adalah sejarah ” jelas SonaOne.
(aln)