JAKARTA - Anji dianggap menyebar berita bohong lewat konten obat Covid-19 yang dia hadirkan bersama Hadi Pranoto. Anggapan tersebut datang dari Muannas Alaidid yang sudah membuat laporan resmi terhadap Anji dan Hadi.
“Intinya banyak pernyataan kontroversial yang disampaikan,” ujarnya saat dihubungi awak media.
Baca Juga:
Catat Nama Orang yang Kritik Videonya, Anji: Ini Momen Memfilter Teman
Dokter Tirta Ingin Ajak Anji Diskusi Soal Obat Covid-19
Kontroversi pertama dimulai dari pernyataan soal tarif rapid dan swab test dalam video tersebut. Menurut Muannas, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat karena belum ada bukti signifikan.
“Menyangkut soal rapid test dan swab test yang menurut dia ada tekniknya gitu, dengan digital technology, biayanya itu cuma Rp10 sampai Rp20 ribu. Itu kan bisa saja publik berpikir ratusan sampai jutaan, berarti ini cari duit dong dan ini enggak benar dong. Itu yang bisa menimbulkan polemik dan keresahan di masyarakat, ya kan,” jelasnya.
“Dia menjamin metode itu lebih efektif. Dia harus membuktikan itu, metodenya apa dengan Rp10 atau 20 ribu itu, gitu loh. Kalau dia enggak bisa membuktikan, maka dia dianggap menyebar berita bohong,” imbuh Muannas.
Selain itu, Muannas juga menyoroti pernyataan Hadi Pranoto soal obat Covid-19. Mengingat hingga saat ini, belum ada obat yang terbukti ampuh untuk menyembuhkan penyakit tersebut.