Are Rojas menambahkan, bahwa ia justru bertanya-tanya jika foto tersebut menjadi viral dan dianggap menyinggung Tuhan, bagian mana yang dimaksud oleh mereka hal yang kurang pantas. “Bagaimana mungkin sesuatu yang alami diberikan Tuhan justru dianggap menyinggung?” imbuhnya.
Selain itu, foto telanjang yang diunggah oleh Are Rojas sebagai cerminan atas kemunafikan seseorang yang berdoa kepada Tuhannya, namun kemudian kembali berbuat maksiat.
“Ketelanjangan saya tidak menyinggung Tuhan, itu menyinggung mereka yang menggunakan Tuhan dan agama untuk membunuh, yang menggunakannya untuk memanipulasi masyarakat,” kata Rojes.
“Ketelanjangan saya tidak menyinggung Tuhan, itu menyinggung mereka yang pergi ke Misa pada hari Minggu dan ketika mereka pergi mereka mengkritik semua orang, yang pergi ke Basilika. Tetapi ketika mereka kembali ke rumah mereka kembali ke alkohol dan kekerasan terhadap istri mereka,” paparnya.
Meski sudah menjelaskan maksud dan tujuannya mengunggah foto bugil, tetap saja Are Rojes menuai kecaman.
“Aku pikir itu tidak perlu, begitu banyak tempat untuk telanjang dan di sinilah tempatnya? Kurang rasa hormat!” tulis netizen.