2. Hadirkan Papermoon Puppet Theatre
Tulus menghadirkan suasana berbeda dalam konser Monokromnya. Pelantun Gajah ini menghadirkan Papermoon Puppet Theatre atau boneka raksasa dalam lagu Monokrom dan Teman Hidup.
Kehadiran boneka ini menjadi yang kedua dalam konser Tulus setelah sebelumnya disajikan di konser Monokrom di Bandung.
"Saya ingin menyampikan pesan bahwa pelaku seni itu mestinya tidak ada batasan ruang. Jadi musik bisa berkolaborasi dengan apapun, teater boneka di sini," kata Tulus.
3. Kolaborasi dengan Anak Berkebutuhan Khusus
Dalam lagu Sepatu yang dinyanyikan oleh Tulus, pria 31 tahun ini sekaligus memperkenalkan sahabatnya, Rino Reinaldi, seorang pria berkebutuhan khusus dengan talenta luar biasa.
Rino mengiringi Tulus menyanyikan lagu Sepatu di album kedua. Bagi Tulus sendiri, sosok Rino menjadi inspirasi baginya.
"Kondisi Rino adalah autistik 'high funcioning' dengan musikalitas yang begitu tinggi. Dia hanya butuh sepersekian detik untuk bisa memahami lagu-lagu saya," kata Tulus seperti yang pernah dituliskan di instagram.
4. Nyanyikan Lagu Daerah Sumatera
Sukses di Jakarta tidak membuat Tulus lupa akan kampung halamannya di Bukittinggi, Sumatera Barat. Maka dalam konser Monokrom Tulus, ia secara khusus membawakan 4 lagu Minang secara medley. Lagu tersebut adalah Babendi-bendi, Mudiak Arau, Tak Tontong, Dindin Badindin.
"Bagi kalian yang rindu kampung halaman, semoga bisa terobati dengan lagu ini," kata Tulus.
Monokrom menjadi konser kedelapan Tulus setelah sebelumnya menggelar konser bertajuk serupa di Bandung. Konser ini menjadi perkenalan lagu-lagu milik Tulus di album ketiganya, Monokrom. Selain ini juga sekaligus sebagai apresiasi dari Tulus kepada penggemarnya yang biasa disapa Teman Tulus.
(LID)