Sayangnya, pabrik yang ia miliki pada 2010 hanya bertahan selama satu tahun, sedangkan bisnis kos-kosan yang menjadi impiannya, juga harus dijual untuk membayar hutang-hutang.
Sayang, terjualnya kos-kosan tersebut masih juga belum sanggup menutupi hutangnya. Bahkan beberapa aset yang ia dapatkan dari hasil ngeband, seperti kendaraan, terpaksa harus ia jual demi melunasi hutang.
Beruntung dimasa-masa sulitmya, istri Yukie tetap setiap mendampinginya dan tak banyak menuntut apapun dari sang suami. Bahkan selama kurang lebih 1,5 tahun, Yukie diketahui sama sekali tak pernah nafkahi istrinya.
Puncak dari keputusan Yukie untuk berhijrah adalah saat dirinya diketahui mengalami kecelakaan pada 2015 lalu di daerah Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Kala itu Yukie diketahui mengendarai motor dengan kecepatan kurang lebih 95 km/jam dan akhirnya mengalami tabrakan di kawasan tersebut.