"Dari awal November sampai 19 apa 20 Desember gitu, langsung dua film," ungkap Fajar Bustomi.
Untuk alasannya menggarap dua film sekaligus, Fajar Bustomi menyebutkan kalau kedua sekuel itu memiliki jalan cerita yang sama, namun hanya berbeda sudut pandang. Sehingga, menggarap dua film itu sekaligus dianggap pemilihan yang tepat.
"Kalau sudah baca bukunya pasti tahu, semua orang pasti akan melakukan itu. Kedua, Iqbaal dan Vanesha cepat banget tumbuh kembangnya, kalau kita stop, nanti rasanya, kok Dilan sama Mileanya sudah tua? Padahal ceritanya sama," paparnya.
"Di Dilan 1990 ada cerita Dilan ngeramal di Milea ada. Cuma diulang saja dengan sudut pandang berbeda. Bayangin kalau saya kerjainnya dua tahun kemudian, Iqbaalnya sudah kaya gimana, jadi biar rasanya sama kaya 1990 jadi pas orang nonton enggak lihat ada yang berubah," tutup Fajar Bustomi.
(aln)