Pihak produksi buka-bukaan sempat terkendala dalam proses teknik motion pictures. Menurut Anggy, Indonesia belum siap dengan teknik pengambilan gambar jenis tersebut. Sehingga mereka pun harus bekerja lebih ekstra.
"Emang agak susah sih di Indonesia dengan motion kontrol dan segala macem ternyata Indonesia belum begitu siap. Jadi membutuhkan waktu lumayan lama untuk aplikasi itu digabungi dalam filmnya. Itu yang menjadi problem," sambungnya.
Meskipun demikian, Anggy optimis film produksi RNR Movies itu dapat selesai menjelang penayangan. Film Rafathar sendiri memang diagendakan tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 10 Agustus 2017.
"Harus optimis, tapi lebih melakukan yang terbaik aja sih. Kita ngelakuin yang terbaiknya sampai mana. Untuk hasilnya (jumlah penonton) lebih menerima aja," tambahnya.
Terkait soal jumlah biaya yang dikeluarkan, Anggy mengaku sudah melampaui angka Rp15 miliar. Biaya yang cukup fantastis mengingat perincian tersebut belum termasuk dengan biaya lainnya termasuk promo hingga kegiatan yang dilakukan pasca-produksi.