TANGERANG - Lantaran dana yang minim, semasa hidup Utha Likumahuwa cuma sanggup berobat ke pengobatan tradisional.
Benny Likumahuwa merasa sangat kehilangan atas kepergian kakaknya. Dan karena selama ini Utha cuma sanggup berobat di pengobatan tradisonal, Benny masih meragukan penyakit sebenarnya yang diderita Utha.
"Selama ini dia (Utha) selalu melakukan pengobatan tradisional. Makanya belum tentu terbukti kebenarannya kan," ujar Benny saat ditemui di rumah duka, perumahan Vila Mutiara, Tangerang Selatan, Rabu (14/9/2011).
Benny menyesal karena tidak bisa membantu almarhum dalam proses menyembuhkan penyakitnya. Benny dan keluarga besar Likumahuwa memiliki keterbatasan ekonomi jika harus membiayai pengobatan penyanyi jazz itu ke luar negeri.
"Kita belum tentu mampu membiayai Utha ke luar negeri. Beda sama koruptor yang banyak berobat ke sana. Kita kan seniman yang sebutir keringat adalah sebutir nasi," ungkapnya.
Nasi telah menjadi bubur, Benny pun sudah berlapang dada dengan kepergian Utha. Yang disesalinya adalah tidak adanya perhatian dari pemerintah terhadap pekerja seniman.
"Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan dan menghargai para seniman. Apalagi seniman yang tertimpa musibah," sindirnya.
(ang)