JAKARTA – Meski kini telah tiada, Andi Meriem Matalatta banyak menyisakan kenangan terindah yang tidak terlupakan di mata keluarga besar. Hal ini pun dirasakan sang kakak pertama, Hermin Jauhar Manikam Matalatta.
Hermin Jauhar Manikam Matalatta merasakan pada Agustus tahun lalu, saat umrah bersama Andi. Bahkan saat pergi bersama, Andi selalu mencari masjid.
"Kenangan terindah saat umroh bersama tahun lalu sekitar bulan Agustus. Rasanya nikmat sekali dan saya pun selalu ingat dengan adik saya, kalau kita pergi bersama dia selalu cari masjid," jelasnya saat ditemui okezone di Jalan Jupiter I Nomor 1, Puri Cinere Mas, Jakarta, Sabtu (5/6/2010).
Berbicara mengenai kepribadian Andi, Hermin menjelaskan, Andi merupakan sosok wanita yang sangat pendiam namun suka bercanda.
"Dia sangat pendiam, tapi suka becanda," lanjutnya.
Sadar dirinya tak lagi berumur panjang, Andi tak pernah mengeluh sakit atas penyakit yang dideritanya.
"Tidak pernah mengeluh sakit, karena dia hanya mau anaknya sehat," ucap Hermin.
Hermin pun mengungkapkan, kegiatan terakhir yang paling sering dikerjakan Andi sebelum meninggal adalah bermain piano. Bahkan, tak ada yang menyangka jika tiga bulan lalu Andi sempat nyanyi di luar kota, Medan karena diundang Pemda setempat.
Menyingkap kapan komunikasi terakhir Andi bersama Hermin, Hermin menjawab tadi malam adalah pembicaraan terakhir mereka. Andi mengaku jika dirinya tak kuasa lagi menahan berbagai penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
"Baru tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB, adik saya tiba-tiba mengeluh dadanya sakit. Dia sudah tidak kuat lagi," tutupnya dengan nada lirih.
Situasi di rumah duka saat ini tengah hujan deras. Karangan bunga telah berdatangan dari para kerabat dan tenda pun telah terpasang. Malam ini, sekira pukul 18.30 WIB akan digelar tahlilan. (art)
(tty)