Andi Meriem Matalatta (Foto: Google)
JAKARTA – Diabetes dituding menjadi penyebab kematian penyanyi bersuara emas, Andi Mariem Matalatta. Namun hal ini dibantah penuh oleh kakak ipar Andi, Saifullah. Menurutnya bukan diabetes yang menjadi penyebab penuh kematian si ”Mutiara dari Selatan” ini. Namun meski demikian, kesehatan Andi tak lepas dari pantauan keluarga.
“Sebenernya bukan diabetes. Waktu dulu melahirkan, gula darahnya sempet naik. Karena luka begitu dalam dan kondisi tubuhnya lelah, sehingga bisa membuat gula darahnya naik. Sehingga kesehatannya turun drastis. Kalau sudah begitu, kumannya bisa menyebar. Waktu mau berangkat kita selalu memonitor terus, karena kita sudah curiga kalau pas mau berangkat fisik dari luarnya terlihat lemah,” paparnya saat ditemui di Jalan Jupiter I Nomor 1, Villa Cinere Mas, Jakarta, Sabtu (5/6/2010).
Saat menetap di negara Kicir Angin, Belanda, pihak keluarga pun sempat mengatakan, Andi menetap di kediaman sepupunya, di Deen Hag. Namun kondisinya yang memprihatinkan membuat keluarga membawanya ke Rumah Sakit Lange Land Ziekenhuis, Zoetermeer, Belanda.
“Sebelumnya, beliau tinggal di rumah keluarga sepupunya di Deen Hag. Terus kita komunikasi sama anaknya. Tapi yang ada, nadanya sudah agak malas. Akhirnya saya minta dipanggilkan dokternya untuk berbicara, karena saya selalu mengontorol beliau terus-menerus. Akhirnya dokter itu melapor pada pihak keluarga, dia bilang gula darahnya sangat tinggi, dan oksigennya sangat kurang. Akhirnya pihak keluarga membawa ke Rumah Sakit Lange Land Ziekenhuis di Zoetermeer setelah keluarga menyetujuinya,” jelasnya.
Penyanyi yang tenar di tahun 1980-an ini lahir di Makassar pada 31 Agustus 1957, dan menutup mata diusianya yang ke-53 tahun. Jenazah diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hata, Tangerang, Selasa (8/6/2010), pukul 11.00 WIB.
(art)(tty)