JAKARTA - Yenny Rachman mengajukan gugatan cerai setelah empat tahun berpisah dari suami. Muncul dugaan Yenny meminta cerai karena memiliki pria idaman lain (PIL).
"Saya memiliki hubungan dengan orang lain karena saya mengikat hubungan dengan orang lain. Saya kira itu hal yang wajar, tapi kita tetap harus ikhlas dan yang pasti tidak ada urusannya dengan orang lain," jelas Yenny, dalam jumpa pers di Time Break Cafe, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2007).
Yenny menampik dugaan dia minta cerai karena suaminya, Robert Wahjoe, pengangguran.
"Bukan karena itu. Yang jelas suami saya bukan pengangguran. Dia punya pekerjaan, tapi tidak perlu saya ungkapkan di sini. Saya mengambil keputusan ini semata-mata karena Allah SWT, bukan hanya mengikuti emosi dan benar-benar dipikirkan secara matang. Ini semua atas kesepakatan bersama, bukan langkah saya sendiri dan kita sudah membicarakan terlebih dahulu," urainya.
Jika gugatan cerai yang diajukan Yenny disetujui Pengadilan Agama Jakarta Pusat, maka untuk kedua kalinya rumah tangga Yenny gagal. Sebelumnya, rumah tangga dengan Budi Prakoso juga gagal. Traumakah Yenny?
"Saya tidak trauma apalagi merasa tersiksa, meskipun ini untuk kedua kalinya. Karena semua sudah diatur dan ditentukan Allah SWT. Saya anggap ini sebagai proses perjalanan hidup saya," ujar urai wanita kelahiran 18 Januari 1959 ini.
Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) ini tidak kecewa karena bahtera rumah tangganya kandas.
"Yang terpenting dalam hidup adalah tidak saling dendam, caci maki, dan tidak saling membuka aib karena silaturahmi harus tetap dijaga. Kegagalan rumah tangga saya justru menambah kecintaan dan kedekatan terhadap Allah SWT," ungkap Yenny yang ditemani kuasa hukumnya Panhar Makawi SH.(lsi)
(ang)