SURABAYA - Meski seorang pecandu narkoba, Roy Marten memiliki perasaan sensitif. Saat melihat istrinya, Anna Maria, diwawancarai di salah satu stasiun televisi sore ini, Roy menangis.
Lantaran Roy meneteskan air mata, penyidikan yang masih berlangsung terpaksa dihentikan. Roy menyaksikan Anna berbicara di layar sebuah televisi 21 inch yang terdapat di ruangan penyidik.
Awalnya, pria kelahiran Salatiga, 1 April 1952, itu mencoba terlihat tegar. Matanya tak lepas dari layar televisi. Namun, ketabahan Roy mulai rontok saat Anna Maria berpesan kepada keluarga besarnya di Cianjur untuk memaafkan Roy dan menerima apa adanya.
"Bagaimana pun mas Roy adalah suami saya," kata Ana Maria, di televisi, Kamis (15/11/2007), sore.
Mendengar ucapan tulus dari istri yang telah dinikahinya sejak 22 tahun lalu itu, air mata Roy seolah menganak sungai di pipinya. Kris Salam, adik kandung sekaligus kuasa hukum Roy, berusaha menenangkan. Kris mengelus-elus punggung Roy dan mengambilkan segelas air putih untuk meredakan emosi yang berkecamuk dalam hati aktor senior itu.
(ang)