JAKARTA - Di awal-awal kehadiran Fandy sebagai pengganti posisi Sammy di vokalis, Kerispatih mendapat cercaan dari publik lewat situs jejaring sosial.
Cercaan itu dialamatkan kepada Badai dan Fandy, meskipun porsi terbanyak lebih sering diterima Badai. Macam-macam kata-kata yang ditulis para peselancar dunia maya, termasuk nama-nama penghuni Taman Margasatwa.
“Lebih sering ke aku, lewat Twitter atau Facebook. Macam-macamlah yang ditulis,” ujar keyboardist Kerispatih, Badai, dalam kesempatan berbincang-bincang di redaksi Okezone, Jakarta, Senin (25/11/2010).
Fandy membenarkan jika banyak kritik pedas yang dialamatkan kepadanya dari para penggemar Kerispatih. Namun dia mengakui kritik dan cercaan itu tidak terlalu sering dilontarkan kepadanya.
“Lebih ke Mas Badai. Mungkin ke aku enggak berani atau sungkan, tetapi kadang aku suka ngecek. Jadi tahu juga,” selorohnya.
Selama 4 bulan, Kerispatih mencoba menarik diri untuk tidak terjebak dengan reaksi kekecewaan penggemar atas pemecatan Sammy. Dalam kurun waktu itu juga, Kerispatih mencoba bangkit untuk membuktikan diri lewat karya-karya terbaru dan melepaskan imej Sammy yang telah lama melekat sebagai frontliner di band yang terbentuk sejak 2003 silam.
“Kalau sekarang sudah berkurang. Lama-lama mental terbentuk,” tandasnya.
Gitaris Kerispatih, Arief, ikut berbagi cerita. Dari sekian banyak kritikan pedas yang dialamatkan kepada Kerispatih, ada beberapa yang memang sudah melewati batas kewajaran. Meskipun tidak memaparkan kata-kata kasar apa yang ditulis di dinding ‘official Facebokk Kerispatih’, tapi Arief mengaku sudah harus menanggapinya.
“Gue lihat satu ada yang ngomongnya sudah out. Gue tulis balik di situ, setelah ditulis dia menghilang. Besoknya muncul lagi, hilang, dan terus begitu,” ungkapnya.
Badai menimpali, “misalnya aku lagi ngetwit, Fandy habis take vokal sesuai yang kita butuhkan. Ada yang jawab, lebay lo.”
Tak hanya sebatas kalimat tak sopan saja, Badai juga mengaku pernah diteror dengan bentuk macam-macam. Anton berpendapat, namanya dunia maya, siapa saja bisa berbicara tanpa diketahui identitas aslinya.
“Mereka juga enggak mengerti, bagaimana Kerispatih sebenarnya. Intinya mereka pikir adalah orang narkoba kok malah ditinggal,” tandasnya.
Pemecatan Sammy bukan semata-mata soal narkoba saja. “Kami capek juga menghadapinya. Makanya, kami menjawab dengan karya,” pungkasnya.
(nov)