JAKARTA - Banyaknya artis yang terjun ke dunia politik diakui Rano Karno sebagai hal yang sah-sah saja. Malah saat ini, kata Rano, partai politik yang membutuhkan kepopuleran seorang artis.
"Itu sesuatu yang wajar karena sistem politik Indonesia sekarang memungkinkan untuk itu. Kalau dulu memang seakan hal yang aneh. Perbedaan dengan zaman sebelum reformasi, artis hanya dimanfaatkan oleh situasi. Dan sekarang artis dapat memanfaatkan situasi," ucap Rano yang ditemui di Jalan Johar No 24, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2010).
Wakil Bupati Tangerang ini menjelaskan, dahulu bila artis tidak tergabung dengan sebuah partai, maka artis itu tidak akan populer. Tidak akan bisa tampil di televisi.
"Kalau sekarang, jujur, justru partai politik yang butuh artis karena adanya sistem keterbukaan seperti sekarang. Bahkan, ada partai yang banyak sekali merekrut artis demi mengejar suara pemilih sampai namanya diganti oleh masyarakat," bebernya.
Masih kata Rano, tidak soal bila terkesan artis aji mumpung dengan terjun menjadi politisi.
"Tidak apa-apa karena sebenarnya situasi keterbukaan yang memberikan peluang untuk itu. Persoalannya, tidak semua dari mereka terpilih. Sebenarnya kualitas penting, tapi masa sekarang butuh popularitas. Banyak politisi berlomba-lomba untuk jadi populer. Sedangkan kita tidak perlu lagi soal itu. Kita sudah memiliki modal tersebut," paparnya.
Walau begitu, tidak semua artis yang dikemas popularitas itu akan langsung dipilih oleh masyarakat. Pasalnya, masyarakat sekarang sudah semakin pandai memilih calon pemimpinnya.
"Itu tadi, seperti yang saya katakan. Tidak semua artis akan terpilih saat dia maju ke pilkada atau event politik lain. Anggota DPR, misalnya. Tidak perlu saya sebut siapa-siapanya. Popularitas penting, tapi saya lihat masyarakat semakin pintar dalam memilih," kata dia.
"Sekarang pun ada artis maju ke dunia politik tapi tidak tahu bedanya DPR dan MPR. Kan masyarakat bisa menilai," imbuhnya.
(ang)