JAKARTA - Penyanyi kenamaan Lea Simanjuntak membagikan cerita di balik konser Andrea Bocelli yang berujung ricuh JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Lea yang didapuk menjadi rekan duet penyanyi asal Italia tersebut, mengaku sangat khawatir.
Dalam konsernya, Lea berkesempatan membawakan tembang ikonis The Prayer. Momen bersejarah itu diakui Lea tidak diraih dengan instan. Ia menyebut momen ini layaknya sebuah keajaiban yang harus melalui jalan berliku dan penuh drama.
"Ngeri-ngeri sedap ya itu. Kalau sama Andrea Bocelli itu, ceritanya bener-bener penuh liku-liku deh, sampai akhirnya aku bisa melangkahkan kaki di panggung, bisa berdua nyanyi The Prayer," ujar Lea saat ditemui awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.
Lea tak menampik ada rasa tegang luar biasa yang menyelimuti dirinya. Namun, sikap ramah sang maestro dan timnya membuat rasa gugup itu berangsur sirna dan berganti menjadi rasa bangga yang luar biasa.
"It's such a miracle, dan bagi aku itu sesuatu yang dramanya banyak, ya kalian tahulah ya. Tapi juga something yang rewarding banget, apalagi aku sebagai penyanyi sopran. Itu bener-bener prestasi dalam hidup aku. Dia juga orangnya kind banget, timnya juga sangat amat perhatian, membuat kita nyaman. Jadi deg-degan segera berlalu karena he's very nice and gentle," lanjutnya.
Meski atmosfer menjelang konser diwarnai gelombang penolakan hingga kekhawatiran dari keluarga besarnya, Lea memilih untuk bersikap profesional.
"Kalau aku dari awal tidak ada pemikiran untuk terima atau enggak karena drama itu, enggak ada sama sekali. Tapi kalau dari keluarga aku, pastinya ya bertanya, 'Are you okay? Di sana udah gimana?' Padahal akunya di dalam ya diprotek dengan baik, manajemennya oke. Cuma ya itulah, karena to make a great show pasti imbasnya juga banyak. Jadi aku bersyukur semuanya baik," tutur Lea.