Namun, perjalanan yang yang awalnya dimaksudkan sebagai pencarian serius tentang identitas justru berubah menjadi petualangan penuh kekacauan ketika ketiganya tiba di tengah perayaan Hungry Ghost Festival.
Dengan karakter dan tingkah laku yang berbeda-beda, ketiganya kerap menghadapi berbagai situasi dengan cara yang tidak selalu tepat. Kepanikan, kesalahpahaman, hingga usaha mereka menyelamatkan diri menghadirkan berbagai momen komedi di tengah situasi yang semakin mencekam.
Ketika sejumlah kepercayaan dan pantangan selama Ghost Month tanpa sengaja mereka langgar, perjalanan yang awalnya dipenuhi celotehan dan kekonyolan perlahan berubah menjadi teror yang semakin nyata.
Perpaduan antara komedi para karakter dan teror supranatural menjadi salah satu warna utama film ini. Humor hadir melalui dinamika persahabatan Raka, Tintin, dan Bobi serta respons spontan mereka ketika berhadapan dengan berbagai kejadian di luar nalar.
Di saat yang sama, film ini tetap mempertahankan unsur misteri dan ketegangan yang menjadi bagian dari perjalanan Raka menemukan identitas dan asal-usul dirinya.