Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kirana Larasati Pilih Putus Kontrak usai Nellava Bullion Terseret Kasus Investasi Bodong

Ravie Wardani , Jurnalis-Sabtu, 10 Oktober 2026 |07:30 WIB
Kirana Larasati Pilih Putus Kontrak usai Nellava Bullion Terseret Kasus Investasi Bodong
Kirana Larasati Pilih Putus Kontrak usai Nellava Bullion Terseret Kasus Investasi Bodong. (Foto: Instagram|@kiranalarasati)
A
A
A

JAKARTA - Kirana Larasati memilih memutus kerjasama dengan Nellava Bullion usai namanya terseret dalam kasus dugaan investasi bodong logam mulia hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga dilakukan perusahaan tersebut.

“Setelah mengetahui berbagai persoalan dan keluhan yang berkembang, saya menghentikan seluruh aktivitas promosi Nellava per tanggal 18 September 2026. Kuasa hukum saya telah melayangkan surat pemutusan kerjasama dengan perusahaan tersebut,” ujarnya.

Selain memutus kerjasama, Kirana juga memastikan akan bersikap kooperatif jika nanti dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Aktris 39 tahun itu mengaku prihatin atas keresahan para korban perusahaan logam mulia tersebut.

Kirana Larasati
Kirana Larasati Pilih Putus Kontrak usai Nellava Bullion Terseret Kasus Investasi Bodong. (Foto: Instagram|@kiranalarasati)

“Ingin menegaskan, saya akan bersikap kooperatif dalam memberikan informasi yang saya miliki apabila dibutuhkan pihak yang berwenang,” ungkap ibu satu anak tersebut.

Dalam lanjutan keterangannya, Kirana Larasati enggan berspekulasi lebih jauh terkait kasus dugaan investasi bodong dan TPPU itu. Dia memilih untuk menghormati seluruh proses hukum yang sedang bergulir di Bareskrim Mabes Polri saat ini.

Bernard, korban dugaan investasi bodong PT Divine Gold Jewelry berupa emas dan perak membuat laporan polisi ke Bareskrim Mabes Polri, pada 9 Oktober 2026. Dia mengaku, harus kehilangan uang senilai Rp1 miliar imbas penipuan berkedok pre-order (PO) emas dan perak tersebut.

Bernard mengatakan, “Awalnya saya takut karena ini sistemnya PO. Artinya, ada uang tapi belum ada barang. Jadi saya cuma beli sedikit dulu. Setelah menunggu 1 bulan, barang akhirnya saya terima dan langsung tes keaslian ke toko emas dan perak. Ternyata asli makanya saya berani beli terus.”

Kepercayaan Bernard kepada PT Divine Gold Jewelry meningkat karena perusahaan itu kemudian membuka gerai fisik di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Namun masalah mulai muncul saat pengiriman barang kerap molor dengan dalih operasional libur Lebaran.

Kasus Investasi Bodong
Kirana Larasati Pilih Putus Kontrak usai Nellava Bullion Terseret Kasus Investasi Bodong. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)

Puncaknya pada Juli hingga Agustus, manajemen perusahaan logam mulia tersebut menggelar promo besar-besaran yang membuatnya tergiur ukembali memesan emas dan perak dalam jumlah fantastis.

“Diskonnya fantastis banget, sampai satu kali lipat lebih. Yang sudah terealisasi dan saya terima itu untuk perak sekitar 6 kilogram. Namun total nominal yang belum terealisasi saya hitung sekitar Rp1 miliar,” keluhnya.

Bernard disinyalir menjadi satu dari 85 korban investasi bodong yang diduga dilakukan PT Divine Gold Jewelry. Hingga laporan resmi didaftarkan, total kerugian para korban disinyalir telah menembus angka Rp25 miliar dan diprediksi masih akan terus bertambah.

Kuasa hukum korban, Bionda Johan Anggara mengungkapkan, keterlibatan para public figure dan influencer dalam ‘mempromosikan’ perusahaan tersebut menjadi faktor utama para korban berani menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah.

“Jadi para korban ini berani investasi emas dan perak karena dipromosikan para artis dan influencer ini. Ada artis inisial JC (Jennifer Coppen), KL (Kirana Larasati), dan NN (Nope Novian),” ujar Bionda menutup keterangannya.*

(SIS)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement