Melalui unggahan tersebut, Juicy Luicy memaparkan kronologi kejadian dari sudut pandang mereka. Pada hari keberangkatan, mereka mendapat informasi bahwa jadwal penerbangan direncanakan pukul 05.00 WIB. Namun, hingga malam hari belum ada kejelasan mengenai tiket.
Ketidakpastian ini menyulitkan tim karena posisi Juicy Luicy berada di Bandung dan harus melakukan perjalanan darat terlebih dahulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
“Jam 8 malam lewat, waktu keberangkatan makin dekat. Kami beserta tim produksi harus segera mendapat kepastian berangkat atau tidak karena posisi kami di Bandung, sedangkan penerbangan dari Soekarno-Hatta. Namun, lagi-lagi ini tidak dihiraukan oleh penyelenggara,” tutur pihak Juicy Luicy.
Setelah meminta ketegasan, penyelenggara baru mengirimkan tiket keberangkatan pada pukul 22.26 WIB. Meski begitu, bukti pemesanan penginapan, tiket pulang, serta ketersediaan bagasi terdaftar (pre-paid baggage) belum juga dilampirkan. Padahal, poin-poin tersebut telah tercantum dalam kesepakatan riders.
Saat diperiksa secara mandiri melalui situs resmi maskapai, biaya bagasi terdaftar tim mencapai sekitar Rp44 juta. Lonjakan biaya bagasi ini terjadi karena penyelenggara mendadak memindahkan maskapai penerbangan ke penyedia layanan yang hanya memberikan jatah bagasi gratis 15 kg per orang.
“Penyelenggara dengan segala dalihnya mengatakan sedang memproses dengan segera, namun tak kunjung datang hasilnya. Kami melakukan pengecekan di web airlines bahwa harga pre paid bagasi sekitar 44 juta (perlu diketahui bahwa ekstra bagasi ini menjadi banyak karena penyelenggara memindahkan kami ke airlines yang hanya memiliki jatah 15 kg/orang sehingga ekstra bagasinya menjadi besar),” tambah mereka.