Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AUTOPSY: Dead Body Can Talk Ungkap Misteri Kematian Lewat Forensik, Diangkat dari Kisah Nyata

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Jum'at, 04 September 2026 |19:50 WIB
<i>AUTOPSY: Dead Body Can Talk</i> Ungkap Misteri Kematian Lewat Forensik, Diangkat dari Kisah Nyata
Gala Premiere AUTOPSY: Dead Body Can Talk
A
A
A

JAKARTA — Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk menghadirkan cerita yang berbeda dari film horor pada umumnya. Mengusung genre forensic thriller-horror, film ini mengajak penonton mengikuti perjalanan seorang dokter forensik dalam mengungkap berbagai misteri di balik kematian seseorang.

Film tersebut terinspirasi dari kisah nyata perjalanan Dr. Sumy Hastry Purwanti, dokter forensik perempuan yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia kedokteran forensik.

Cerita AUTOPSY: Dead Body Can Talk membawa penonton masuk ke ruang autopsi dan proses investigasi forensik. Dalam film ini, jasad korban tidak sekadar menjadi objek pemeriksaan, tetapi justru menjadi sumber informasi penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Melalui karakter Dr. Hastry yang diperankan Masayu Anastasia, penonton diajak mengikuti bagaimana seorang dokter forensik membaca berbagai temuan pada tubuh korban. Setiap luka, kondisi tubuh, hingga hasil pemeriksaan dapat menjadi petunjuk yang membantu mengungkap penyebab kematian dan rangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya.

Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik utama film. Ketegangan tidak hanya dibangun melalui elemen horor, tetapi juga melalui proses investigasi ketika berbagai potongan bukti harus disusun untuk menemukan kebenaran.

Judul Dead Body Can Talk sendiri merepresentasikan gagasan utama cerita, yakni bahwa tubuh korban dapat memberikan petunjuk meskipun orang yang bersangkutan sudah tidak dapat berbicara.

Di tengah proses pengungkapan kasus, film juga memperlihatkan sisi lain dari profesi dokter forensik. Di balik pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan jasad dan kematian, terdapat tanggung jawab besar untuk memberikan jawaban bagi keluarga korban sekaligus membantu proses penegakan hukum.

Keterlibatan langsung Dr. Sumy Hastry dalam memberikan perspektif keilmuan turut menjadi bagian dari proses menghadirkan dunia forensik secara lebih detail dalam film.

Selain Masayu Anastasia, film ini turut dibintangi Riyuka Bunga, Rifnu Wikana, Ge Pamungkas, Nagra Pakusadewo, serta sejumlah pemeran lainnya.

A U T O P S Y: Dead Body Can Talk disutradarai Ozan Ruz. Film ini diproduseri Marsa Moessa dan Faris Stanzah, dengan AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., Defri Saputra, serta AKBP Rina S.N. Tarigan, S.I.K., M.H. sebagai Executive Producer.

Sebelumnya, film ini menggelar Gala Premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, pada Selasa (1/9). Acara tersebut dihadiri lebih dari 1.300 tamu, termasuk pemeran, filmmaker, media, aktor dan aktris, influencer, hingga publik figur.

Kini, AUTOPSY: Dead Body Can Talk telah resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 3 September 2026. Film ini menawarkan perpaduan antara misteri kematian, investigasi, ilmu forensik, dan horor dalam satu cerita.

(kha)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement