Melihat perjalanan Cécil Yang dari awal hingga sekarang, terdapat pola yang cukup jelas dalam perkembangannya. Ia memulai perjalanan melalui kultur internet dan hip-hop, kemudian menciptakan karya sendiri dan masuk ke industri musik profesional bersama Sony Music.
Setelah itu, Cécil berkolaborasi dengan nama seperti Diskoria dan Laleilmanino. Musik juga membawanya bertemu dengan brand seperti ASICS dan Somethinc, sekaligus mempertemukannya dengan sosok kreatif seperti Dipha Barus dan Janita Gabriela.
“Jadi rapper perempuan itu nggak gampang tapi nggak susah. Ada feeling, 'masa gua gak bisa sih, masa cowok doang'. Karena passion dari kecil jadi ngejalaninnya nggak sesusah yang dibayangkan. Didukung kru juga jadi perasaannya lebih relaks aja,” jelasnya.
Perjalanan tersebut menunjukkan Cécil tidak hanya membangun dirinya sebagai seorang rapper. Ia sedang membentuk identitas sebagai artist yang dapat bergerak di antara musik, style, visual, culture dan brand.
Di situlah salah satu daya tarik Cécil Yang saat ini. Ketika seorang artist mampu membawa musiknya ke berbagai ruang kreatif tanpa kehilangan identitas, ia tidak hanya menjadi bagian dari sebuah scene.
Ia mulai memiliki daya untuk menggerakkan scene tersebut. Setelah Rich Brian, Diskoria, ASICS, Somethinc, Janita Gabriela dan Dipha Barus, menarik untuk melihat ke mana langkah Cécil Yang berikutnya akan membawa dirinya.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri