Sementara itu, kuasa hukum Erlita lainnya, Emmanuel Alvino, membantah keras pernyataan pihak Vicky Prasetyo yang menyebut bisnis tersebut masih berjalan lancar dan memberikan keuntungan bulanan.
Dia mengungkapkan, kondisi di lapangan saat ini sudah kosong dan terbengkalai sejak awal tahun 2024. "Lapangan itu sudah digulung. Kami punya buktinya, sudah tidak ada lagi barangnya. Kosong dan hancur sejak 2 tahun lalu," ungkapnya.
Vino juga mengklarifikasi isu mengenai adanya perdamaian atau Restorative Justice (RJ) antara kliennya dengan pihak Vicky Prasetyo. Ia menyatakan, para korban saat ini sudah menutup pintu mediasi karena merasa kecewa dengan janji manis yang tidak pernah ditepati Vicky Prasetyo.
"Saya sudah konfirmasi sama klien. Mereka tidak merasa sudah menyetujui RJ atau mediasi. Memang dulu sempat disetujui waktu kasus ini belum viral, tapi tidak pernah ada kesepakatan damai karena mediasi selalu gagal," tuturnya.