Karyawan itu kemudian menelusuri email tersebut dan menemukan semua bukti transaksi jual beli barang-barang Tasyi Athasyia yang selama ini hilang. Sejauh ini, ada total 12 barang yang dijual si pelaku di salah satu toko jual beli barang branded di media sosial.
Saat dikonfrontasi, Tasyi mengaku, pelaku tidak mengakui perbuatannya. Namun setelah semua bukti disodorkan, dia tak lagi bisa berkelit. Dalam keterangannya, pelaku mengaku, sebenarnya mencuri lebih dari 12 barang mewah milik Tasyi.
“Yang bikin sakit hati adalah kepercayaan yang sudah dibangun serta berbagai memori indah yang dilewati selama ini menjadi hancur hanya karena perbuatan tersebut,” kata sang content creator.
Belajar dari pengalaman masa lalu, Tasyi Athasyia mengaku, tidak akan menyelesaikan masalah pencurian tersebut hanya dengan permintaan maaf. Dia mengaku, sudah melaporkan kasus pencurian tersebut ke polisi, pada 7 Agustus 2026.
Tasyi mengaku, tak menduga akan mengalami kasus serupa. “Dulu juga persis begini. Di depan aku, mereka minta maaf, tapi setelah dimaafkan malah memfitnah aku. Jujur, trauma ya Allah,” ungkapnya.