Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ART Nur Pilih Nganggur karena Masih Trauma Kerja Usai Diancam Erin Wartia

Ravie Wardani , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |18:10 WIB
ART Nur Pilih Nganggur karena Masih Trauma Kerja Usai Diancam Erin Wartia
ART Nur pilih nganggur karena masih trauma kerja usai diancam Erin Wartia. (Foto: Instagram/@erintaulany)
A
A
A

JAKARTA - Kisruh antara Rien Wartia Trigina alias Erin Wartia dan Asisten Rumah Tangganya (ART) masih berlanjut. Kali ini, Erin harus berhadapan dengan ART lainnya, Nur, lewat gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan total ganti rugi Rp1 miliar.

Wanita asal Cianjur itu menuntut haknya dari sang mantan majikan, salah satunya identitas diri (KTP) yang masih ditahan.

Namun, perjuangan tersebut bukan perkara mudah. Dia mengaku hingga kini masih mengalami trauma mendalam saat mengingat kembali ancaman yang pernah diterimanya.

"Ya kalau masalah itu pasti masih ada rasa takut, ada rasa cemas, karena kan keinget lagi ancaman-ancamannya. Cuma saya usahain semoga semuanya saya bisa," ujar Nur saat ditemui di PN Jakarta Selatan dalam sidang perdana PMH tersebut belum lama ini.

Nur lalu membeberkan bentuk ancaman dari Erin yang paling membekas. Bukan hanya ancaman dilaporkan ke polisi, sang suami yang mendampinginya pun ikut terseret dalam intimidasi yang diduga dilakukan oleh pihak majikan.

"Yang masih dirasakan ketakutan itu ancaman mau dilaporin saya ke polisi, terus ancaman mau dilaporin suami saya juga, katanya buronan," ucapnya.

Akibat perlakuan tersebut, Nur mengaku mengalami trauma hebat untuk kembali bekerja di Jakarta. Bayang-bayang mendapatkan majikan yang kasar dan kembali mengalami nasib serupa membuatnya kini lebih memilih berdiam diri di rumah.

"Ada, pasti ada rasa trauma. Kalau mau kerja itu kayak mikir-mikir lagi nanti gimana, nanti dapet bos yang nggak baik lagi, akhirnya dapat perlakuan yang kayak gitu lagi," katanya.

Suami Nur, Rahmat, yang turut hadir juga membenarkan tekanan mental mereka di kampung halaman akibat ancaman tersebut. Kondisinya saat itu bahkan seperti orang yang kehilangan akal sehat karena terlalu panik.

"Jujur, waktu saya pertama kali dengar ancaman itu, saya agak tegang banget di kampung. Kalau ditanya ke orang kampung sana, saya seperti apa di kampung, kayak orang gila. Saya paniknya sampai seperti itu karena ancaman itu," tutur Rahmat.

Sekadar informasi, kedua pihak kini dijadwalkan akan menjalani mediasi buntut gugatan PMH di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 29 Juli mendatang.

Meski tak hadir di sidang perdana pada 16 Juli kemarin, mantan istri Andre Taulany itu dipastikan datang dalam sidang mediasi nanti.

(ant)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement