“Di tahun 2025, kamu menawarkan sebuah kerja sama yang kamu jalankan. Bisnis ini berupa modal pembelian produk. Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan memengaruhi pertemanan,” ucapnya.
Apalagi, dia menganggap urusan bisnis dan uang sebagai urusan yang sangat krusial sehingga dirinya selalu berhati-hati saat memiliki urusan kedua hal tersebut dengan seseorang. Namun, Tantri akhirnya percaya dan mau menjalin kerja sama dengan pelaku. Hal itu dikarenakan kedekatan emosional dan rasa kepercayaan dirinya terhadap pelaku.
“Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali. Namun karena kepercayaan yang sudah terbangun dan pengalaman yang selama ini berjalan lancar, aku akhirnya luluh juga,” tutur Tantri.
Awalnya, kerja sama itu berjalan mulus selama kurang lebih satu tahun. Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026 usai transaksi terakhir, dia mendapati nomor telepon hingga akun media sosial pelaku tidak dapat dihubungi.
“Sejak saat itu, puluhan orang lainnya berusaha mencari kabarmu. Kami saling berkomunikasi dalam panik dan putus asa. Rumahmu kami datangi, keluarga dan orang tuamu angkat tangan,” ujarnya.