Lebih lanjut, Minola menjelaskan bahwa kekhawatiran Ruben bukan semata-mata soal nilai aset. Ia mengaku tidak ingin anak-anaknya kelak memiliki anggapan bahwa dirinya tidak berkontribusi terhadap tempat tinggal yang mereka tempati saat ini.
"Yang akhirnya ini bisa membuat Ruben khawatir anak-anak yang ada dalam pengasuhan ibunya berpikir bahwa ayahnya enggak buat apa-apa. Ayahnya enggak memberikan apa-apa. Bahkan rumah itu pun ayahnya enggak ada andilnya," tambahnya.
Sebagai solusi, pihak Ruben mengusulkan adanya perhitungan terbuka mengenai jumlah cicilan yang telah dibayarkan sejak awal agar riwayat kepemilikan rumah tersebut tetap jelas.
"Itulah makanya muncul kita hitung-hitungan. Kalaupun memang misalnya mau diserahkan ke anak, anak harus jelas bahwa di ujung perjalanan itu Mama yang lunasin, tapi dari awal sampai pertengahan jalan Papa yang bayarkan. Fair dong," tegasnya.
Minola menilai permintaan kliennya untuk memperhitungkan kembali dana cicilan yang telah dibayarkan merupakan hal yang wajar.