JAKARTA - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan generasi muda dalam memahami isu sosial secara kritis dan empatik dinilai semakin penting. Film pendek menjadi salah satu medium yang dianggap efektif untuk mengasah kepekaan tersebut sekaligus menyampaikan cerita-cerita dari tingkat komunitas ke ruang publik yang lebih luas.
Berangkat dari kondisi tersebut, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 kembali digelar dengan mengangkat tema Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving. Festival ini mendorong sineas muda, pelajar, hingga komunitas untuk mengangkat praktik baik di masyarakat melalui karya visual.
Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad, menilai film dapat menjadi sarana pembelajaran sosial yang relevan bagi generasi muda di era digital.
“Pemimpin masa depan di era AI bukan hanya mereka yang mahir menggunakan teknologi, tapi mereka yang mampu menggali isu sosial dengan kritis dan empati, menawarkan gagasan yang relevan, dan menggerakkan orang lain untuk peduli. Kompetisi ini kami harap dapat menjadi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk melatih semua itu, sambil mengangkat semangat dan inovasi masyarakat lokal Indonesia ke panggung internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Strategic & Impact Communications Tanoto Foundation, Deviani Wulandari, menilai film pendek mampu memperluas dampak dari praktik baik yang selama ini belum banyak dikenal publik.