"Lo bilang dong sama temen-temen lo di seluruh dunia, sama link-link lo di seluruh dunia untuk bilang bahwa gue pengen bikin lagu tentang lo, dan minta ke Tuhan kita untuk gue dititipin lagu supaya orang bisa sayang sama lo," kenang Sandy saat menceritakan percakapannya dengan sang pohon.
Tak butuh waktu lama, ide segar pun muncul. Alih-alih lagu cinta yang penuh keromantisan, Sandy justru mendapatkan perspektif lain dari sisi pohon itu sendiri.
Ia ingin menyuarakan bagaimana perasaan pohon yang selama ini sering kali diabaikan bahkan diperlakukan tidak layak oleh manusia.
"Sekarang pohon tuh berubah fungsi aja gitu, dari yang harusnya meneduhkan, terus jadi tempat khususnya kita cowok-cowok kalau lagi pengen pipis, kita nyari pohon Bos, kita kencingin dia. Itu satu, terus fenomena pohon itu menjadi sesuatu yang spooky, sesuatu yang angker," ungkapnya lagi.
Melalui lagu ini, Sandy ingin menyuarakan pesan bahwa pohon adalah makhluk hidup yang memiliki peran penting bagi kehidupan.
Lirik lagu tersebut pun diakuinya sangat menyentuh, terutama pada bagian yang menggambarkan pengabdian pohon.