“Bang Ari, ketika ada kasus kekerasan seksual kita berisik aja negara gagal memberikan kepastian hukum,” tulis akun @pu*******.
“Banyak yang berisik aja keadilannya ga dapet kan, apalagi nggak berisik,” sambung @ad******.
“Loh harusnya itu logika dasar dong, bayangin berisik aja gak dapet keadilan apalagi senyap?,” tambah @go******.
Melihat tanggapan para warganet, Arie Kriting pun menyampaikan permohonan maafnya. Ia menjelaskan cuitan tersebut bukan bermaksud untuk melarang masyarakat bersuara soal pelecehan seksual.
“Mohon maaf kalau twit saya menimbulkan kerancuan. Twit itu tidak ditujukan kepada yang setia bersuara melawan kasus pelecehan seksual. Twit itu karena saya kesal lihat rakyat terus saja berada di posisi sulit karena lemahnya penegakan hukum atas isu-isu semacam ini,” tambah Arie Kriting.
(kha)