“Tentu kami ucapkan terima kasih karena sudah ada upaya yang sunguh-sungguh dari pemerintah dalam memberikan dukungan terkait layanan informasi penyensoran film dari LSF kepada para penyandang disabilitas,” katanya.
Situs lsf.go.id menghadirkan sejumlah fitur aksesibilitas unggulan yang dapat diakses oleh pengguna dengan berbagai ragam disabilitas, diantaranya:
1. Pengaturan Kontras Warna: menyediakan opsi kontras tinggi, latar belakang gelap/terang, serta kombinasi warna ramah disabilitas penglihatan (low vision dan defisiensi penglihatan warna).
2. Pembesaran dan Penyesuaian Ukuran Teks: memungkinkan pengguna memperbesar atau memperkecil ukuran teks sesuai kebutuhan visual tanpa mengganggu tata letak.
3. Penyorotan Tautan (Highlight Links): fitur ini menyoroti seluruh tautan dalam laman dengan warna atau garis bawah mencolok agar lebih mudah dikenali.
4. Fokus pada Elemen yang Sedang Dipilih: saat pengguna menavigasi dengan papan ketik atau pembaca layar, elemen aktif akan ditandai secara visual agar jelas terlihat.
5. Mode Tampilan Ramah Disleksia (Dyslexia Friendly Font): Mengganti font menjadi jenis huruf yang ramah bagi penyandang disleksia untuk membantu kelancaran membaca.
6. Tampilan Bebas Gangguan (Reading Guide and Line Focus): Menambahkan garis bantu atau fokus baris demi baris untuk membantu pengguna dengan gangguan konsentrasi atau neurodivergent.
7. Navigasi Keyboard Penuh: Seluruh widget (gawit) dan elemen laman dapat diakses melalui tombol papan ketik (tab, enter, panah), tanpa perlu menggunakan tetikus.
Tak hanya itu, situs ini juga memuat informasi terkait film yang akan tayang di bioskop nasional, lengkap dengan sinopsis, klasifikasi, hingga pemeran film. Terkait pendaftaran film, terdapat juga layanan e-SiAS (Sistem Administrasi Sensor Berbasis Elektronik) yang memungkinkan proses penyensoran film dan iklan dilakukan secara daring, mulai dari pembuatan akun, pengajuan film, pembayaran, hingga penerbitan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS).
Hadir dalam peresmian, Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi Publik, M Asrian Mirza; Kepala Balai Media Kebudayaan, Abu Chanifah; serta Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Fitra Arda.
Menutup sambutannya, Sekjen Bambang berharap akan adanya berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap situs baru ini guna memberikan kebermanfaatan yang lebih luas, khususnya ekosistem budaya berbasis nilai inklusivitas.