Menurut Niccolao Manucci, pengelana dan penulis Italia (1639-1717) juga turut menggambarkan periode kehidupan Aurangzeb saat itu yang mengatakan bahwa Aurangzeb telah menyukai salah satu wanita penari di haremnya. Dia telah memberikan cinta yang besar kepada wanita itu hingga mengabaikan doa dan pertapaan.
Aurangzeb juga mengisi hari-harinya hanya dengan musik dan tarian, dia juga memeriahkan dirinya dengan anggur yang dia minum atas permintaan gadis penari itu. Namun, setelah penari itu meninggal, dia bersumpah tidak akan pernah minum anggur lagi dan mendengarkan musik.
Dia juga mengatakan bahwa Tuhan telah sangat murah hati kepadanya dengan mengakhiri hidup gadis penari itu, yang menyebabkan dia telah melakukan banyak kesalahan dan telah menanggung risiko tidak akan pernah memerintah karena diduduki dalam praktik-praktik jahat.
Kisah cinta Aurangzeb menggambarkan seorang pria yang keras membaca Al-Quran, tetapi pernah mengintai di dalam dirinya seorang pemuda yang penuh gairah yang menganggap bahwa “dunia telah hilang" untuk cinta dalam hidupnya.
(CLO)