Share

CEO Promotor Ditangkap Usai Diduga Bawa Kabur Uang Konser K-Pop We All Are One

Ravie Wardani, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 205 2712973 ceo-promotor-ditangkap-usai-diduga-bawa-kabur-uang-konser-k-pop-we-all-are-one-YRGht0WmQ3.jpg Fritz Hutapea. (Foto: MPI)

JAKARTA, MPI - Direktur PT Caution Live, Jai Hyun Park, diamankan pihak kepolisian di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2022) sore. Dia bersama beberapa orang lainnya diduga membawa kabur uang konser K-Pop We All Are One.

Fritz Hutapea selaku konsultan hukum mengaku bersyukur terduga pelaku berhasil diamankan. Dipastikan proses pemeriksaannya berlangsung cepat.

"Sekarang dalam tahap pra penyidikan dan saya jamin malam ini pasti akan langsung naik ke tahap penyidikan," kata Fritz Hutapea saat ditemui awak media di Gedung Direktorat Jendral Imigrasi, Jakarta Selatan, belum lama ini.

"Saya sangat berterima kasih, karena kan Direktur Park ini orang asing dia bisa kabur lah, semoga dengan ditangkapnya ini dia terpaksa tetap disini untuk menghadapi tanggung jawabnya," sambungnya.

Sebelum ditangkap, Fritz mengaku sempat khawatir terduga pelaku yang juga merupakan warga Korea Selatan itu melarikan diri.

"Kita berupaya untuk mengembalikan uang pembeli tiket ini," lanjutnya.

Fritz juga menanggapi komentar netizen yang menilai cara polisi menangkap pelaku tidak berperikemanusiaan. Pasalnya, sempat terjadi perlawanan dari pelaku sehingga mencuri perhatian pengunjung lain.

Menurutnya, langkah pihak kepolisian sudah tepat karena kelakuan pelaku disinyalir telah merugikan banyak pihak.

"Kalau ada pencuri dan ada polisi pasti kan harus ditangkap dengan cara apapun. Tapi saya tidak mengerti kenapa imigrasi yang diserang," tutur Fritz.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Iya ada perlawanan, katanya ada di TikTok, padahal paspornya saja sudah ditahan, berarti pihak imigrasi berhak dong tahan mereka," pungkasnya.

Sebelumnya, akun Instagram @weallareone_official mengumumkan konser K-Pop We All Are One harus diundur hingga tahun 2023. Konser yang semestinya digelar pada 10-12 November 2022 ini ditunda sementara dengan alasan mempertimbangkan insiden kerumunan dan keamanan.

Para pembeli tiket tentu saja menuntut pengembalian uang mereka. Hingga pada 10 November 2022, salah satu ketua fanbase K-Pop bernama Derpita Gultom melaporkan Direktur PT Caution Live Jai Hyun Park sebagai promotor konser itu ke pihak kepolisian.

Laporan terdaftar dalam nomer perkara LP/B/552/XI/2022/SPKT. UNIT RESKRIM/Polsek Metro Tamansari terkait tuduhan tindak pidana penipuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini