Share

Kericuhan Laga Arema Vs Persebaya Tewaskan 153 Orang, Keisya Levronka Berduka

Siska Maria Eviline, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 33 2679058 kericuhan-laga-arema-vs-persebaya-tewaskan-153-orang-keisya-levronka-berduka-e7eWTfTFUC.jpg Keisya Levronka berduka atas kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Foto: Instagram/@keisyalevronka)

JAKARTA - Keisya Levronka mengungkapkan rasa belasungkawanya atas kerusuhan yang menewaskan ratusan orang lepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjeng, Malang, pada 1 Oktober 2022. 

“Turut berduka cita, Malang. Aku gemetar banget pagi-pagi notif penuh,” cuitnya dalam unggahan tersebut di Twitter, pada Minggu (2/10/2022). 

BACA JUGA: Dinilai Gagal Bawakan Lagu Sendiri, Keisya Levronka Konsultasi ke Psikolog

Unggahan penyanyi asal Malang tersebut kemudian ramai dikomentari warganet. “Turut berduka cita atas meninggalnya para korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dari peristiwa ini,” kata akun @gabutsbrodi. 

“Langit Bogor pun ikut menangisi kejadian semalam,” tutur akun @mongik_c sambil membagikan kondisi langit yang terlihat mendung. Akun @lania426157202 menambahkan, “Awal Oktober yang sangat menyedihkan.” 

Keisya Levronka. (Foto: Instagram/@keisyalevronka)

Hingga berita ini diturunkan, korban jiwa yang awalnya 127 orang kini mencapai 153 orang. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta mengungkapkan, kerusuhan terjadi setelah penonton turun ke tengah lapangan usai Arema Malang ditundukkan Persebaya Surabaya.

BACA JUGA: Raffi Ahmad Berduka atas Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Orang

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Mereka berusaha mencari tahu kenapa sampai kalah. Karena itu, pencegahan dan pengalihan dilakukan agar mereka tidak masuk ke lapangan,” tutur Nico dalam keterangannya pada Minggu (2/10/2022) dini hari. 

Kericuhan Arema vs Persebaya, pada 1 Oktober 2022. (Foto: ANTARA)

Meski telah melakukan imbauan secara persuasif, namun penonton semakin beringas dan menyerang serta merusak mobil polisi. Alasan inilah yang membuat polisi menembakkan gas air mata. 

Tembakan gas air mata membuat Aremania yang masih berada di tribun stadion panik dan mencoba mencari pinta keluar. Saat berebut keluar di pintu 10 dan 12, terjadilah tragedi ratusan orang meninggal dunia.*

BACA JUGA: Janji Manis Regi Datau ke Ayu Dewi: Kamu Istri Satu-Satunya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini