Share

Dituduh Mengeroyok Nur Alamsyah, Putra Siregar Merasa Terpukul

Selvianus, MNC Portal · Jum'at 29 Juli 2022 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 33 2638218 dituduh-mengeroyok-nur-alamsyah-putra-siregar-merasa-terpukul-V1UwokCVoT.jpg Putra Siregar. (Foto: Instagram@putrasiregarr17)

JAKARTA - Pengusaha Putra Siregar mengaku merasa terpukul, lantaran disebut sebagai pelaku hingga ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap Muhammad Nur Alamsyah (MNA).

Hal itu disampaikan Putra Siregar dalam sidang pembacaan tuntutan. Diketahui, saat ini dia sudah ditetapkan sebagai tersangka.

 Dituduh Mengeroyok Nur Alamsyah, Putra Siregar Merasa Terpukul. (Foto: Sidang Putra Siregar/MPI).

Dituduh Mengeroyok Nur Alamsyah, Putra Siregar Merasa Terpukul. (Foto: Sidang Putra Siregar/MPI).

"Tanpa bermaksud membela diri, saya merasa sangat terpukul. Bagaimana bisa dianggap sebagai pelaku menjadi ancaman bagi ketertiban umum masyarakat. Sedangkan setiap doa saya panjatkan kepada Allah senantiasa ingin, agar diri saya dapat bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Putra Siregar dalam sidang pembacaan tuntutan yang digelar secara virtual, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022).

 BACA JUGA:Demi Karyawan dan Keluarga, Putra Siregar Minta Keringanan Hukuman dari Hakim

Bos PS Store itu mengaku semasa hidupnya selalu mengabdikan diri pada masyarakat. Sehingga tidak mungkin dirinya melakukan tindakan kekerasan terhadap pihak pelapor.

"Sejak lama saya mengikrarkan hidup agar mampu bermanfaat bagi masyarakat, niatkan dalam setiap seluruh usaha yang saya jalani. Untuk kemanusiaan dan Insya Allah selalu jujur dan membagi adil hasil usaha saya masyarakat, membantu mereka yang kesulitan, menciptakan kesempatan lapangan pekerjaan," terangnya

Lebih lanjut, Putra Siregar pun menjelaskan sebelum ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Ayah dua anak itu dipersilahkan oleh Majelis Hakim untuk menyampaikan pengajuan keringanan hukuman penjara yang dituntut JPU.

"Saya hormati yakin dapat memahami bahwa apa yang diterangkan sama sekali bukan bermaksud menyombongkan diri. Saya pernah terlibat langsung mengembangkan usaha kerakyatan mandiri sesuai program pemerintah. Saya telah memotivasi dan mencetak ratusan pemuda untuk menjadi entrepreneur dan membangun usahanya sendiri," tuturnya.

Seperti diketahui, dalam sidang beragendakan tuntutan, Putra Siregar dan Rico Valentino dituntut hukuman 10 bulan penjara dan akan dikurangi masa hukuman yang telah mereka jalani.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya menyebutkan Putra Siregar dan Rico Valentino melakukan penganiayaan terhadap seorang bernama Muhammad Nur Alamsyah. Lantaran itu, Putra Siregar dan Rico Valentino dikenakan Pasal 170 ayat (1) KUHP atau kedua, Pasal 351 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, kasus pengeroyokan Putra dan Rico terhadap MNA atau N terjadi di salah satu kafe kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada 2 Maret 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini