MANTAN sopir Nindy Ayunda, Sulaiman, mengatakan bahwa dirinya sempat mendapatkan teror dari seseorang yang datang ke kediamannya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat, 15 Juli 2022 lalu. Di tengah penyelidikan kasus penculikan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Nindy Ayunda, polisi kini mulai berencana untuk mengusut insiden tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi.
"Jadi untuk teror mungkin kita konfirmasi itu nanti kita melakukan penyidikan kembali," ucap Nurma Dewi di kantornya, belum lama ini.
Sementara itu, Nurma juga menegaskan pihak penyidik akan melakukan penjemputan terhadap Nindy. Tindakan tersebut diambil lantaran penyanyi 33 tahun tiga kali mangkir dalam panggilan polisi.

"Mudah-mudahan penyidik cepat bergerak. Untuk sementara ini penyidik tetap mencari karena sudah ada panggilan ketiga karena membawa itu wajib," jelas AKP Nurma Dewi.
Seperti diketahui, istri Sulaiman, Rini Diana melaporkan Nindy Ayunda ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 15 Februari 2021. Laporan tersebut dilayangkan karena kekasih Dito Mahendra itu diduga melakukan penyekapan terhadap Sulaiman.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/904/II/YAN2.5/2021/SPKT PMJ dengan sangkaan Pasal 333 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang.
Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui dimanakah keberadaan dari pelantun Cinta Cuma Satu tersebut. Hal itu membuat polisi pada akhirnya belum bisa melakukan penjemputan paksa terhadap ibu dua anak tersebut.
(van)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri