Share

Ingin Cepat Tuntas, Nirina Zubir Minta Sidang Kasus Mafia Tanah Dipercepat

Lintang Tribuana, Jurnalis · Selasa 14 Juni 2022 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 33 2611606 ingin-cepat-tuntas-nirina-zubir-minta-sidang-kasus-mafia-tanah-dipercepat-EnAJwJq4IG.jpg Nirina Zubir (Foto: MPI)

JAKARTA - Nirina Zubir ingin cepat menyelesaikan perkara kasus dugaan dugaan mafia tanah yang menjerat keluarganya sebagai korban. Bahkan dia meminta agar sidang kasus tersebut dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

Pasalnya, selama ini Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, selalu menggelar sidang kasus tersebut sekali dalam seminggu, tepatnya setiap hari Selasa. Ia pun selalu hadir dalam sidang bersama sang kakak, Fadhlan Karim.

Nirina Zubir (Foto: MPI)

"Saya dan kakak saya memperjuangkan hak orangtua kami, sampai detik ini kami masih tetap hadir, tetap memperjuangkan tapi saya minta secepatnya yuk," kata Nirina ditemui usai sidang, Selasa (14/6/2022).

"Ya kita tahu, namanya hukum kita mengikuti, makanya sampai sekarang kita masih hadir. Pak hakim, seminggu dua kali dong. Yang mulia.." lanjutnya.

Di samping itu, Nirina juga berharap nantinya terdakwa akan dihadirkan secara langsung di ruang sidang. Sejak awal, para terdakwa hanya dihadirkan secara virtual di persidangan.

"Yang kedua adalah berharap pada saat sidang untuk terdakwa, kami minta untuk dihadirkan," kata aktris Keluarga Cemara itu.

"Toh, Pak Jokowi sudah memberikan instruksi bahwa sekarang sudah jadi endemi, dan saya sering dengar dari JPU lain sudah banyak sidang yang offline. Sangat berharap untuk kita selesaikan ini secepatnya," sambungnya.

Dalam sidang yang digelar hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 5 saksi. Di antaranya adalah Jaronah, Shinta Nurul, Sarmini, Hafizul Amar, dan Mardani. 

Diketahui lima orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan mafia tanah ini, yakni asisten ibunda Nirina, Riri Khasmita dan suaminya, Edirianto. Lainnya adalah Faridah, Ina Rosalina, dan Erwin Riduan merupakan notaris dan pejabat pembuat akta tanah atau PPAT.

Riri Kasmita diduga menggasak enam sertifikat tanah milik ibunda sang artis. Akibatnya, keluarga Nirina mengalami kerugian mencapai Rp 17 miliar. 

Terdakwa dijerat dengan melakukan pemalsuan surat hingga tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Persidangan untuk kelimanya dilakukan dalam berkas terpisah dengan jeratan pidana Pasal 264 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 362 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (selanjutnya disebut UU TPPU).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini