Share

Misi Happy Salma Angkat Kisah Inggit Garnasih

Lintang Tribuana, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 02:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 206 2599766 misi-happy-salma-angkat-kisah-inggit-garnasih-nNpISLkBC4.jpg Happy Salma (foto: IG Happy Salma)

JAKARTA - Happy Salma kembali mengangkat kisah Inggit Garnasih, mantan istri Presiden Soekarno. Happy Salma selaku Founder Titimangsa menggelar sebuah pementasan teater musikal bertajuk Inggit Garnasih: Tegak Setelah Ombak yang akan dipentaskan pada tanggal 20-21 Mei 2022 di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta.

Bagi Happy Salma mengangkat kisah Inggit begitu penting. Sosok Inggit menjadi penting ketika berhasil mengantarkan dan mendampingi Presiden Soekarno berjuang meraih kemerdekaan.

Happy Salma

“Kami memutuskan untuk mementaskan kembali cerita tentang Inggit Garnasih ini, karena kisah perjalanan hidup Ibu Inggit masih sangat relevan saat ini, dimana perempuan adalah pusat dari semesta rumah tangganya. Perempuan yang harus merawat semangat suami dan orang-orang sekitarnya tapi juga pada saat bersamaan, harus meredakan badai dalam hati dan mengambil sikap untuk tetap tegak setelah ombak,” ujar Happy Salma.

Pementasan ini merupakan produksi ke-53 dari Titimangsa. Titimangsa sempat mementaskan Monolog Inggit sebanyak 14 kali pada periode tahun 2011-2014 di Jakarta dan Bandung. Pada Pementasan kali ini, Titimangsa kembali menghadirkan ‘Monolog Inggit’ yang berbeda dari sebelumnya, dan semua yang terlibat merupakan sosok para perempuan hebat seperti produser dan ko-produser perempuan yakni Happy Salma dan Marsha Timothy.

Selain itu, penulis naskah dan komposer juga perempuan, yakni Ratna Ayu Budhiarti dan Dian HP. Sedangkan untuk busana akan berkolaborasi dengan desainer ternama tanah air, Biyan. Iringan musik yang kali ini mengangkat musik orkestra dari Jakarta Concert Orchestra dan paduan suara Batavia Madrigal Singers.

“Saya bersama Marsha Timothy sebagai ko produser ingin memberikan kesegaran baru pada pementasan ini dengan mengambil sudut pandang yang berbeda. Kami membuka ruang kreativitas baru dengan berkolaborasi bersama para seniman mumpuni di bidangnya. Meski sempat tertunda selama dua tahun, 40% pembeli tiket tidak mau mengembalikan tiketnya dan tetap akan menanti kapan saja. Ini adalah sebuah keniscayaan dan kepercayaan bahwa kedepannya kita bisa melaksanakan pertunjukan, bertemu dengan penonton, dan menumbuhkan ekosistem seni pertunjukan Indonesia. Semoga ini dapat menjadi pemantik dan inspirasi untuk terus berkarya serta berkontribusi bagi kemajuan seni pertunjukan di Tanah Air,” tambah Happy Salma.

(aln)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini