Share

Di Momen Hari Kartini, Arawinda Kirana Berharap Muncul Srikandi Pemberani

Lintang Tribuana, Jurnalis · Minggu 24 April 2022 03:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 24 33 2584235 di-momen-hari-kartini-arawinda-kirana-berharap-muncul-srikandi-pemberani-42LeqkjDSt.jpeg Arawinda Kirana (Foto: Ist)

JAKARTA - Arawinda Kirana mempunyai harapan besar di momen Hari Kartini 2022. Menurut pemain film Yuni tersebut, harus banyak muncul srikandi baru di Indonesia yang berani berbicara.

“Saya bangga banyak perempuan sekarang yang berani untuk mengutarakan pendapatnya. Semoga ini bukan hanya tren namun perempuan masa kini memang benar-benar memahami pentingnya berpikir kritis dan logis. Mari, kita ciptakan ekosistem yang aman dan nyaman bagi sesama manusia,” ujar Arawinda Kirana dalam acara Dari Srikandi Untuk Kartini yang diadakan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Nadiem Makarim, Mendikbud Ristek

Acara tersebut melaksanakan kegiatan nonton bareng (nobar) virtual film 3 Srikandi dan webinar Jumpa Sapa yang membahas tentang Profil Pelajar Pancasila, kesetaraan gender, inklusivitas, serta penuntasan kekerasan seksual. Kegiatan yang bertema “Dari Srikandi Untuk Kartini” ini bertujuan untuk mengingat kembali semangat emansipasi perempuan yang dulu diperjuangkan R. A. Kartini.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyoroti perjuangan R. A. Kartini yang kepeduliannya begitu besar terhadap pendidikan bagi kaum perempuan meski ia masih belia. Bahkan, ia menuliskan pemikirannya untuk menentang segala batasan yang menghalangi kemajuan perempuan di masa itu.

“Selamat Hari Kartini. Mari, terus lanjutkan semangat perjuangan perempuan Indonesia. Maju terus Kartini masa kini,” ucapnya di hadapan 4.000 peserta yang menyaksikan secara daring melalui kanal YouTube Cerdas Berkarakter Kemendikbud RI.

Sebagai wujud Kartini Masa Kini, salah satu narasumber pada sesi Jumpa Sapa yakni Swastika Nohara, mengutarakan pengalamannya dalam menulis skenario film 3 Srikandi. “Tantangan dalam membuat film untuk menjadi tontonan yang berkualitas pertimbangannya tidak hanya menjelaskan fakta karena akan terasa membosankan. Oleh karena itu, karakter utama kami sajikan secara matang dan dalam. Karakter utama kami bangun sesolid dan semenarik mungkin, unik, dialognya juga memiliki ciri khas masing-masing serta menampilkan konflik perjuangan yang harus disarikan menjadi dramaturgi yang menarik,” tuturnya mengisahkan lika liku proses pembuatan film yang berangkat dari kisah nyata ini.

Film 3 Srikandi menceritakan bagaimana perjuangan tiga atlet panahan wanita dengan berbagai latar belakang mewujudkan mimpinya meski harus melewati berbagai tantangan. Akhirnya, mereka berhasil membuktikan diri menjadi pemenang atas (ego) diri mereka sendiri sekaligus pemenang dalam kompetisi olah raga tingkat dunia. Film ini sarat akan isu kesetaraan gender.

(aln)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini