Share

Salut! Awkarin Ajak Jerren Lim Bantu Penyandang Gangguan Kesehatan Mental

Tim Okezone, Okezone · Rabu 02 Maret 2022 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 33 2555429 salut-awkarin-ajak-jerren-lim-bantu-penyandang-gangguan-kesehatan-mental-I7EOzuDRPj.jpg Awkarin. (Foto: Instagram)

SEDERET selebriti Indonesia fokus dengan isu kesehatan mental yang kian menghawatirkan di masa pandemi. Sebut saja Awkarin hingga Selebgram Jerren Lim tergerak untuk peduli dengan isu ini.

Awkarin dan Jerren sama-sama pernah menjadi penyandang gangguan kesehatan mental. Lebih jauh, Jerren Lim juga merupakan penyandang borderline personality disorder atau yang lebih dikenal dengan istilah gangguan kepribadian ambang. Gangguan mental yang juga dialami oleh Angelina Jolie dan Ariel Tatum ini mendorongnya untuk mengambil jurusan psikologi pada tahun 2019 lalu dan berhasil ia selesaikan hanya dalam waktu satu tahun!

Perlu diketahui pula, advokat yang saat ini menetap di Amerika tersebut merupakan lulusan biokimia dan biologi molekuler. Tak hanya itu, Jerren juga menyandang gelar sarjana psikologi dari the University of California, Amerika Serikat.

Meski hingga kini Jerren masih menetap di Amerika, pendiri ND Talk ini mulai terjun ke dunia influencer Indonesia sejak 2021 lalu. Selain melalui akun Instagramnya, Jerren juga banyak membahas tentang isu mental health melalui YouTube dan TikTok.

Sementara Awkarin mengaku dua tahun mengalami depresi yang membuat hidupnya terganggu. Hal tersebut bahkan sampai membuat Karin harus menjalani pengobatan medis.

Karin Novilda rupanya mengalami perjalanan hidup yang cukup rumit. Saat itu. keadaannya merasa cukup tertekan, namun bukan berasal dari lingkungan melainkan dari dalam diri Karin. Saat SMA, Karin mengatakan jika di momen tersebut dirinya mengalami depresi.

Depresi tersebut dikarenakan wanita kelahiran 29 November 1997 itu takut untuk kehilangan semua yang dimiliki olehnya. Sayangnya, ketakutan tersebut tidak bisa disampaikan kepada orang-orang terdekatnya.

 BACA JUGA:Gaga Muhammad si Sopan Gesek ATM Laura Anna Tanpa Izin, Awkarin: Gue Alumni Say

“Aku takut akan kehilangan sesuatu, bisa jadi pacar, sahabat atau keluarga. Aku takut tergantikan, mulai dari prestasi yang aku dapatkan, uang, dan macam-macam,” kata Karin di channel YouTubenya pada Senin 22 Oktober 2018.

 awkarin

“Aku takut dibilang sakit jiwa sama orangtua kalau aku cerita, apalagi sama teman? Selama bertahun-tahun semua ketakutan itu aku rasakan sendiri,” lanjutnya.

Menyadari jika kesendiriannya justru akan makin memperburuk keadaan, Karin akhirnya menempuh pengobatan secara medis. Dengan menghubungi psikiater, dirinya mulai membuka diri pada orang lain.

“Aku bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk konsultasi. Untuk bisa menyembuhkan depresi yang aku rasakan. Butuh proses memang, tapi itu harus dilakukan,” jelasnya.

Selain melakukan tindakan medis, Awkarin juga mulai memperbaiki pola pikirnya. Karin mulai membaca buku motivasi, hingga menonton tayangan para motivator untuk bisa bangkit dari keterpurukan penyakit jiwanya.

Beruntung apa yang dilakukan oleh Karin akhirnya membuahkan hasil. Mulai dari konsultasi ke psikiater hingga membangun pikiran positif dari para motivator. Di penutup pembicaraannya soal perasaan depresi, Karin pun memberikan pesannya.

Menurut Karin, siapapun tidak perlu merasa takut berbagi cerita dengan orang jika mengalami hal yang sama dengannya. Karena menurutnya penyakit hati itu sebenarnya bisa disembuhkan.

“Mental illness atau penyakit depresi itu bukan hal yang bisa disepelekan atau bahkan ditertawakan. Kalian punya orang-orang yang sayang untuk bisa sharing, jangan takut ataupun malu dibilang sakit jiwa karena konsultasi ke psikiater. Karena kalau kita lebih aware, maka tingkat penyembuhannya juga akan lebih cepat,” jelasnya.

Kini Karin pun seraya membantu orang lain untuk mengatasi gangguan kesehatan mental dengan aplikasi. Ia bersama Jerren Lim akan membuat sebuah platform kesehatan mental bernama DMC Movement, @digitalmentalcoach.

Mereka sadar bahwa masyarakat belum terlalu peduli dengan isu ini. Padahal sudah banyak penyandang gangguan kesehatan mental. Hingga mereka meminta bantuan dokter dalam menghadapi masalah ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini