Fico Fachriza: Gak Kerasa Duit Gue Habis Rp250 Juta Buat Beli Tembakau Gorila

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 33 2532143 fico-fachriza-gak-kerasa-duit-gue-habis-rp250-juta-buat-beli-tembakau-gorila-DYsoCg5Iel.jpg Fico Fachriza. (Foto: Instagram)

FICO Fachriza mengaku sempat mengonsumsi tembakau gorila dan hanoman pada 2015 lalu. Dia bahkan sampai menghabiskan uang Rp250 juta untuk membeli barang haram tersebut.

Hal tersebut terjadi karena dirinya sudah merasa puas dengan penghasilan serta kariernya yang meroket. Mengingat semua impian dan cita-citanya untuk memiliki rumah, mobil, uang, serta kehidupan layak, berhasil ia raih.

Dalam video di akun Youtubenya, Fico menyebut bahwa dirinya menggunakan tembakau gorila dan hanoman selama satu tahun. Ia bahkan mengungkapkan jika dirinya berhasil membuang-buang uang hingga ratusan juta hanya demi membeli barang haram tersebut.

"Nggak kerasa udah Rp250 juta gue habisin untuk membeli tembakau super itu," ungkap Fico dalam video Draw My Experience: Lepas dari Jeratan Narkoba.

Baca Juga: Fico Fachriza: Gue Dinobatkan Menjadi yang Terkuat Menghisap Tembakau Gorila

Terpengaruhnya Fico untuk mengkonsumsi narkoba rupanya berangkat dari tantangan seorang temannya. Ia yang memiliki ego tinggi dan tak mau diremehkan, mengaku menerima tantangan temannya untuk menghisap sebanyak tiga kali tembakau gorila tersebut.

Fico tak memungkiri bahwa ia akhirnya menjadi candu, lantaran terus menerus ingin disebut sebagai yang paling kuat. Sebab, tembakau gorila hanya memberikan efek pusing di kepalanya, tak seperti temannya yang selalu muntah-muntah usai menghisap tembakau tersebut.

Sempat merasa bosan dengan tembakau gorila, Fico pun akhirnya menerima ajakan untuk mencoba tembakau hanoman yang memiliki efek lebih kuat dibandingkan gorila. Ia bahkan rela mengeluarkan uang sebesar Rp 500 ribu per-plastik untuk mendapatkan tembakau hanoman.

Hingga akhirnya ia tersadar bahwa hal tersebut membuat dirinya bodoh dan tak bisa berpikir. Rekan-rekan seperjuangannya yang berjuang dari bawah bersamanya, kala itu sudah semakin sukses dan meninggalkan dirinya. Sehingga Fico memilih untuk berhenti mengkonsumsi tembakau hanoman, lantaran ingin kembali fokus terhadap karirnya.

"Teman-teman seangkatan gue sudah pada maju, jauh di depan gue. Ernest, Arie, Kemal, Babe, semua yang tadinya beriringan sudah tidak sejajar lagi. Mereka maju dengan kesadaran, gue stuck dengan bengong dan begonya gue," paparnya.

"Gue lelah berkutat dengan sesuatu yang membuat gue tidak maju. Akhirnya gue berspekulasi bahwa gue sudah harus mengakhiri semua ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini