Share

Kronologi Rachel Vennya dan Salim Nauderer Bisa Kabur Karantina

Isty Maulidya, Jurnalis · Jum'at 10 Desember 2021 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 33 2515151 kronologi-rachel-vennya-dan-salim-nauderer-bisa-kabur-karantina-E4o53n21kj.jpg Rachel Vennya dan kekasih, Salim Nauderer (Foto: Instagram/ @rachelvennya)

TANGERANG- Selebgram Rachel Vennya membebekan kronologi dirinya dan kekasihnya, Salim Nauderer bisa kabur karantina dalam sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (10/12/2021). Dia mengaku meminta bantuan orang bernama Ovelina dan membayar uang sekira Rp40 juta. 

"Saya transfer sekitar Rp40juta ke mbak Ovel, sekarang uangnya sudah dikembalikan," kata Rachel Vennya. 

Rachel Vennya

BACA JUGA:

Doa Gempi untuk Gisel saat Polisi Usut Kelanjutan Kasus Video Syur 19 Detik

Kasus Video 19 Detik Belum Berakhir, Gisel Diperiksa Polisi: Oke, Mulai Lagi!

Setelah itu, Rachel Vennya pun diarahkan oleh Ovelina agar bisa lolos dari kewajiban karantina. Dia diarahkan untuk naik bis ke Wisma Atlet, namun langsung pulang ke rumah tanpa harus registrasi. 

"Keluar dari bis dijemput oleh oknum aparat pulang ke rumah. Saya enggak tahu itu siapa," katanya.

Sementara itu, Ovelina yang juga turut hadir di persidangan, mengungkapkan uang sebesar Rp 40juta itu merupakan permintaan dari Satgas. Dia juga mengakui bukan dia yang bisa memutuskan seseorang bisa lolos karantina, melainkan satgas. 

"Jadi angka itu keluar dari satgas sendiri, satgas minta satu orang Rp 10juta. Saya sampaikan itu ke Rachel, dan dia kirim Rp 40juta," ujarnya.

Ovelina melanjutkan uang yang dia terima dari Rachel itu kemudian dia transfer melalui nomor rekening atas nama Kania yang dia dapat dari protokololer DPR yang turut menjadi saksi dalam persidangan tersebut.

"Saya lupa dapat nomor rekening Kania, antara dari Eko atau Zarkasih. Saya transfer Rp 30juta, sisa Rp 10juta saya bagi di lapangan," ujar Ovelina.

Rachel Vennya sendiri diduga melanggar Pasal 14 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal satu tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini