Nikita Dompas hingga Anda Perdana Ajak Masyarakat Cinta Lingkungan Lewat Lagu Lestari

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 205 2506970 nikita-dompas-hingga-anda-perdana-ajak-masyarakat-cinta-lingkungan-lewat-lagu-lestari-Jx6oKl4IOT.jpg Nikita Dompas dkk. (Foto: JTZ)

MUSISI kondang Nikita Dompas, bersama Anda Perdana serta musisi muda lainnya Faye Risakotta dan Herald Genio menggarap video musik baru berjudul Lestari (Life We Can’t Waste). Mereka menggarap lagu sekaligus memperingati Hari Pohon Sedunia (World Tree Day) yang jatuh pada 21 November.

Lagu ini punya makna mendalam agar masyarakat turut serta menjaga lingkungan. Niki pun merasa khawatir melihat situasi bumi serta kondisi hutan di Indonesia, seperti di Kalimantan sekarang ini. Sebagai musisi, yang bisa ia perbuat untuk berkontribusi menjaga lingkungan yakni lewat lagu dan ini pertama kali buatnya.

"Melihat situasi bumi ini saya merasa di-challenge untuk jaga lingkungan. Sebagai musisi yang bisa dikerjakan bagusnya dituangkan dalam karya dan lagu.

"Lagu ini enak buat didengar, dinyanyiin dan jelas liriknya. Kalau orang degar lagunya tergerak, pasti nanti orang akan mudah mencerna dan peduli," ujarnya saat press conference virtual bertajuk Journey to Zero.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Ria Prawiro, Mark Pattie Luncurkan Lagu Bertema RnB

Tak mungkin berkarya sendiri, maka Niki menggandeng sederet musisi lainnya, terutama penyanyi yang tepat untuk menyuarakan isi lirik lagu tersebut.

"Karena suaranya "bagus banget" jadi saya harus cari orang lain, maka saat itu kami brainstorming. Top of mind ya Anda aaja digandeng, lalu ngincar Faye dan melengkapi project bareng ini Herald yang kebetulan orang Kalimantan dan vocal dengan local waste maka bergabung," terangnya.

Anda Perdana pun turut senang bisa berkolaborasi dengan Nikita Dompas, sekaligus masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dia mengatakan "Kenapa enggak (bergabung), pada dasarnya untuk suatu hal yang baik, kita ngomongin tentang alam. Mau gak mau harus peduli lah mulai dari diri sendiri dulu."

Karena itu, salah satu hal yang bisa dia sumbangkan yakni menggarap lagu. Dia pun puas dengan hasilnya, setelah melewati proses yang cukup panjang.

"Project ini gampang, gak ada susah-susahnya bikin lagu ini, lancar aja dan terlalu mudah buat saya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Herald pun menggambarkan sedikit tentang kondisi hutan Kalimantan saat ini. Apalagi sebagian wilayah akan berubah menjadi ibu kota negara, menurut Herald, tentu akan banyak pembukaan lahan, banyak pohon dipotong.

"Kita sebagai masyarakat kita susah karena itu kebijakan pemerintah, khususnya di Kalteng ini juga di Kaltara ini dekat IKN pasti berjuang, baik itu Suku Dayak hutan adat untuk jaga dan melestarikan hutan," tuturnya.

Sekarang ini, di wilayah Kalimantan juga sudah banyak hutan yang dibuka untuk lahan perkebunan kelapa sawit hingga pertambangan. Ia mengungkapkan "Dampaknya ini berasa sekali, di 2021 yang biasanya di beberapa daerah, desa, sekarang banjir seleher, kita di sini juga berjuang untuk jaga hutan."

"Beberapa kali saya ke hutan bersama masyarakat untuk menjaga hutan kita melestarikan, jangan sampai rusak karena itu, dampaknya yang rusak seluruh dunia akan merasakan," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini