Makna Journey of A Soul dari Widya Siregar

Ahmad Haidir, Jurnalis · Minggu 17 Oktober 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 205 2487426 makna-journey-of-a-soul-dari-widya-siregar-zAcAu3ZvLp.jpeg Widya Siregar (Foto: Ist)

JAKARTAWidya Siregar meraih mimpi sebagai penyanyi profesional. Setelah malang melintang, kali ini Widya Siregar menghadirkan album sebagai penyanyi profesional.

Bermain di genre pop dan jazz, musisi kelahiran Jakarta itu mengusung lagu-lagu klasik bernuansa romantis di setiap karya nya. Kini, Widya Siregar menyatukan sejumlah single nya dengan merilis album debut 'Journey of A Soul'.

Baca Juga:

Anya Geraldine Ungkap Mantan Paling Berkesan: Gue Harusnya Nikah Sama Dia

Bermesraan dengan Vincent Verhaag, Belahan Dada Jessica Iskandar Bikin Gagal Fokus

Widya Siregar

Perjalanan kehidupan seseorang layaknya sebuah misteri. Setiap langkah, mimpi dan harapan, seakan penuh rahasia. Namun, ketika optimisme selalu menyala, rahasia itu mungkin saja terjawab entah cepat atau lambat.

Journey of a Soul bisa dibilang sebuah album yang menceritakan banyak hal tentang cinta baik itu suka dan duka. Kecintaan pada sesama manusia, kecintaan terhadap apa yang diyakininya, hingga kecintaan akan sebuah keindahan yang muncul dalam setiap bait cerita kehidupannya.

Semua itu dihadirkan oleh Widya Siregar dalam balutan harmoni musikal yang indah dalam 8 lagu pilihan yang dihadirkannya di album perdananya ini.

“Dalam penciptaan karya seni, sebagai pencipta saya ingin bebas berekspresi dan berimprovisasi. Journey of a Soul secara filosofis adalah seorang manusia mempunyai suatu perjalanan hidup, yang secara realita ada kesedihan dan ada kegembiraan. Album ini bisa dibilang gambaran kehidupan yang dalam dunia nyata terdiri dari kesedihan maupun kegembiraan,” ungkap Widya.

Single unggulan dalam album tersebut ialah karya berjudul Dark Shadow, dimana perempuan keturunan Batak ini mencoba mencurahkan isi hatinya dengan menciptakan suatu lagu mengenai perpisahan sepasang kekasih yang disebabkan karena situasi dan kondisi tertentu, hingga tidak mungkin untuk bersama kembali.

Kekasih yang pergi tak kembali meninggalkan kenangan indah namun kepergiannya membuat kepedihan yang mendalam di hati pasangan yang ditinggalkan, sehingga kekasih yang pergi itu bagaikan sebuah bayang-bayang gelap (Dark Shadow), bayang-bayang kenangan yang membuat kesedihan mendalam di hati.

Kemudian ada lagu La Silueta yang dikedepankan Widya Siregar dalam nuansa pop klasik yang everlasting. Lalu ada lagu dalam lirik bahasa Spanyol, La Playa Fiesta. Lagu ini dikemas dalam format medium beat dan mengalun dalam nuansa musik yang fun. Juga lagu Romantic Dinner yang mengalir indah dalam vibe ala kota mode Perancis. Sejumlah lagu menarik lainnya patut disimak seperti Fatamorgana, You, Mi Guapo Querido, dan Le vin d’amour.

“Saya menghadirkan lagu-lagu di album ini dalam bahasa asing, bukan berarti nggak suka bahasa Indonesia. Saya melihat bahasa-bahasa asing yang dihadirkan di album ini sebagai eksistensi manusia yang diciptakan Tuhan untuk hidup berbangsa dengan berbagai bahasa,” jelas penyanyi yang mengidolakan Julio Iglesias ini.

Album Journey of a Soul dirancang Widya Siregar bersama keyboardist Jazz, Fusion Stuff, Krishna Siregar sebagai arranger musiknya. Dan dalam prosesnya, sejumlah musisi ikut andil dalam memuluskan komposisi album yang berisikan 8 track ini diantaranya Damez Nababan (brass section), Jeane Phialsa (drum), Kadek Rihardika (rhythm section), Michael Pentury (vokal) dan Nobel Anakotta (vokal).

Dengan hadirnya album Journey of a Soul, sebagai musisi pendatang baru, Widya Siregar berharap bahwa musik yang dihadirkannya bisa menjadi soundtrack kehidupan banyak penikmat musik di manapun berada.

“Saya berharap dengan dirilisnya album ini khasanah musik di Indonesia akan lebih beragam dengan musik berbagai nuansa, bahasa, dan irama, baik itu latin, eropa, hingga barat. Tentunya juga berharap lewat album ini, dapat memberi sudut pandang bagi seluruh masyarakat di Indonesia mengenai musik-musik dengan nuansa, bahasa, dan irama yang lain dari yang selama ini lebih sering dinikmati oleh masyarakat Indonesia,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini