Penyanyi Afghanistan, Fawad Andarabi Dibunuh Taliban

Muhaimin, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 205 2464094 penyanyi-afghanistan-fawad-andarabi-dibunuh-taliban-TXQZ6AXii4.jpg Fawad Andarabi (Foto: Al Arabiya)

JAKARTA - Penyanyi folk Afghanistan, Fawad Andarabi telah dibunuh oleh kelompok Taliban. Hal ini dilakukan setelah keputusan Taliban untuk mengharamkan musik di Afghanistan.

Pembunuhan terhadap musisi folk itu diungkap mantan Menteri Dalam Negeri Afghanistan Masoud Andarabi dalam sebuah tweet pada hari Sabtu pekan lalu.

"Kebrutalan Taliban berlanjut di Andarab. Hari ini mereka secara brutal membunuh penyanyi folkloric, Fawad Andarabi yang hanya membawa kegembiraan bagi lembah ini dan penduduknya. Saat dia bernyanyi di sini 'lembah kita yang indah....tanah nenek moyang kita...' tidak akan tunduk pada kebrutalan Taliban," tulis mantan menteri tersebut di akun Twitter-nya, @andarabi,yang dilansir Al Arabiya, Minggu (29/8/2021).

Baca Juga:

Jenderal AS Resmi Umumkan Berakhirnya Perang Afghanistan

Taliban Perintahkan Warga Kabul Serahkan Senjata, Amunisi, dan Barang Milik Negara

Fawad Andarabi

Desa Andarab berada di dekat Lembah Panjshir. Kawasan lembah itu menampung pasukan perlawanan yang menolak kekuasaan Taliban.

Beberapa hari sebelum pembunuhan terhadap penyanyi itu, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada New York Times bahwa musik dilarang dimainkan di Afghanistan. Alasannya, kata dia, musik dilarang dalam Islam.

“Musik dilarang dalam Islam, tetapi kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, daripada menekan mereka,” kata Mujahid kepada New York Times.

Meskipun kelompok tersebut telah mengambil nada yang lebih lembut di depan umum jika dibandingkan dengan pemerintahan mereka pada tahun 1996-2001, ada kekhawatiran akan kembalinya rezim yang represif.

Sebelumnya, penyanyi pop Afghanistan Aryana Sayeed mem-posting di Instagram pada 21 Agustus yang menyatakan bahwa dia telah berhasil melarikan diri dari negara itu dan sedang dalam perjalanan ke Istanbul.

Mujahid, dalam konferensi pers Selasa lalu, mengatakan kepada para perempuan dan anak-anak untuk tinggal di rumah. Menurutnya, pasukan Taliban tidak dilatih untuk memastikan keselamatan mereka.

Arahan tersebut melemahkan upaya kelompok tersebut untuk menghadirkan front yang lebih toleran, membawa kembali ingatan tentang aturan pertama mereka di mana perempuan dilarang pergi bekerja dan meninggalkan rumah.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini