Mengenal Arti Filosofi di Balik 3 Stanza Lagu Indonesia Raya

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 205 2456402 mengenal-arti-filosofi-di-balik-3-stanza-lagu-indonesia-raya-BCKdaDF6s2.jpg Bendera Merah Putih (Foto: Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA - Sebagai lagu wajib alias lagu kebangsaan, lagu Indonesia Raya selalu berkumandang di banyak momen penting. Mulai dari hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, upacara bendera sekolah-sekolah, instansi pemerintah, hingga di banyak gelaran kancah internasional.

Lagu hasil ciptaan W.R Soepratman yang mampu menggetarkan hati dan semangat nasionalisme tersebut, memang sudah pasti sudah dihafal di luar kepala oleh setiap rakyat Indonesia.

Baca Juga:

Lirik Lagu Indonesia Raya Stanza 1 sampai 3, Yuk Hapalin di Hari Kemerdekaan Indonesia!

Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Pasar Ini Sebelum Memulai Transaksi Jual-Beli

Anak-Anak di Papua Kibarkan Bendera Merah Putih Jelang HUT ke-76 RI

Meski demikian, mungkin masih ada sebagian orang Indonesia yang tidak mengetahui jika aslinya lagu Indonesia Raya ini hadir dalam bentuk tiga stanza atau tiga versi lirik. Lagu Indonesia Raya yang kita gunakan saat ini adalah Indonesia Raya versi stanza yang pertama.

Indonesia Raya stanza pertama yang dinyanyikan dan diperdengarkan saat ini, menekankan pada lirik Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu. Mengutip situs laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Senin (16/8/2021) lirik tersebut dimaknai sebagai semangat dan seruan untuk Indonesia yang kala itu kondisinya memang belum merdeka.

Selain lirik Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu, stanza versi pertama ini juga menggarisbawahi lirik lainnya yakni Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya. Kalimat lirik ini ternyata posisi awalnya terbalik, awalnya berbunyi Bangunlah Badannya Bangunlah Jiwanya. Perubahan posisi ini ternyata atas instruksi Ir. Soekarno, yang saat itu menilai tidak bisa membangun fisik yang mumpuni sebelum membangun jiwanya terlebih dahulu.

Kemudian pada Indonesia Raya stanza versi dua, ada lirik yang berbunyi Marilah Kita Mendoa, Indonesia Bahagia memiliki filosofi nilai spiritual karena ditulis dengan tujuan sebagai doa agar Indonesia selalu hadir sebagai negara yang bahagia.

Selanjutnya, dalam Indonesia Raya versi stanza yang ketiga ada kalimat lirik Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi yang disebutkan memiliki makna simbolik atas sumpah setia. Berikutnya lirik Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya merujuk pada Indonesia sebagai negara agraris, tapi tidak hanya terbatas pada tanahnya saja. Namun juga semua elemen yang ada di Indonesia, mulai dari tanah, laut, hingga langitnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini