Share

Dokter Richard Lakukan Akses Ilegal untuk Hilangkan Barang Bukti

Vania Ika Aldida, Okezone · Kamis 12 Agustus 2021 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 33 2454620 dokter-richard-lakukan-akses-ilegal-untuk-hilangkan-barang-bukti-Y9zpNXWJrj.jpg Richard Lee (Foto: Youtube Richard Lee)

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, buka suara terkait penangkapan dokter Richard Lee di kediamannya, di Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu, 11 Agustus 2021 kemarin. Ia menyebut bahwa dokter Richard ditangkap terkait dugaan akses ilegal terhadap akun Instagram pribadinya yang merupakan barang bukti terkait penyidikan kasusnya bersama Kartika Putri yang disita oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Bukan hanya melakukan akses secara ilegal. Richard juga diduga turut menghilangkan barang bukti terkait kasus tersebut, yang terdapat dalam akun Instagramnya.

Baca Juga:

Kartika Putri Sebut Banyak Akun Bodong Bela Dokter Richard Lee

Richard Lee Terancam 8 Tahun Penjara, Kena Pasal Berlapis UU ITE

Richard Lee


"Jadi saya sampaikan bahwa berdasarkan satu laporan polisi (LP) tanggal 9 Agustus kemarin adanya seseorang yang melakukan ilegal akses dan menghilangkan barang bukti," ujar Yusri pada wartawan, Kamis (12/8/2021).

"Berdasarkan hasil penyidikan, ternyata ditemukan yang melakukan akses ilegal dan pencurian yang ada di akun yang menjadi barbuk ini dilakukan sendiri oleh saudara RL,” lanjutnya.

Yusri menyebut bahwa akun Instagram milik Richard telah disita oleh PN Jakarta Selatan sejak 8 Juni lalu. Namun, Richard yang kembali mengakses akunnya pada 9 Agustus jelas menyalahi peraturan yang berlaku.

"Tapi upaya paksa terhadap saudara RL ini memang tersangkut masalah ilegal akses dan juga adanya penghilangan barang bukti yang dilakukan RL, sehingga kita lakukan upaya paksa penangkapan, kita proses," jelasnya.

Saat ini, Richard Lee kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi tahanan Polda Metro Jaya terkait kasus Akses ilegal. Richard Lee bahkan dijerat Pasal 30 jo 46 UU ITE dan Pasal 231 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP.

"Yang bersangkutan kita persangkakan di pasal 30 jo pasal 46 UU ITE dan juga atau pasal 231 KUHP dan atau pasal 221 KUHP. Ancamannya di pasal 30 adalah semua unsur masuk maksimal delapan tahun penjara. Sehingga yang bersangkutan kita lakukan penahanan," tutur Yusri.

Sementara itu, untuk kasusnya bersama Kartika Putri hingga kini masih dalam proses penyidikan.

"Jadi jelas ya semua. Jadi, tolong dibedakan betul bahwa memang betul awalnya adalah laporan polisi tentang pencemaran nama baik," tutup Yusri.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini